Ramalan Cuaca

Terbiasa hidup di negara 2 musim, cuma ada musim hujan atau tidak hujan, berwisata ke negara subtropis bisa menjadi tantangan dan keasyikan sendiri. Bermain salju atau merasakan salju mencair di tangan mungkin menjadi wishlist jika ingin datang ke negara 4 musim. Tapi sebelumnya kita perlu membiasakan diri dengan yang namanya cuaca.

Pertama kita yang tinggal di Indonesia tidak terbiasa mengecek ramalan cuaca setiap hari, padahal ini sangat penting jika tidak ingin terjadi salah kostum jika ingin wisata ke negara subtropis. Musim panas belum tentu selalu panas, ada saatnya hujan datang atau seharian mendung dan windy, suhu bakalan drop. Juga saat musim gugur atau semi, kita perlu mengecek suhu untuk menentukan mau pakai baju hangat atau bahkan perlu bawa jaket tebal.

Kadang di blog saya ini ada yang nanya di bulan Juli di kota XXXX ini cuacanya bagaimana ya? Apakah sudah dingin atau masih panas? Nah untuk urusan ini Anda harus akrab dengan ramalan cuaca.

Walau langit terlihat putih, sebenarnya panas terik plus gerah

Sewa Mobil di Amerika Serikat

Parking Lot di Orlando Premium Outlet

Bisa dibilang public transportation di kota-kota besar Amerika tidaklah memadai (selain New York, Chicago, dan Washington DC). Kota seperti Los Angeles, Texas, dan Orlando bergantung pada bus kota yang tidak terlalu sering, dan sebenarnya untuk mendorong semua orang untuk mempunyai mobil pribadi.

Nah sebagai turis kalau ingin wisata ke kota yang seperti ini modal utama adalah menyewa mobil.

Untuk bisa menyewa mobil, bagi kita perlu mempunyai SIM Internasional. Cara applynya bisa di artikel ini. Walaupun SIM biasa 'katanya' diakui karena ada tulisan Driving License, jangan ambil resiko deh.

Nah perusahaan penyewaan mobil ada banyak sekali, dan hampir semuanya melayani pickup/return di bandara setempat. Depot seperti AVIS, Budget, dan Europcar bahkan nempel di dalam parkiran bandara. Sedangkan yang lebih murah biasanya tidak jauh dari airport. Untuk melakukan booking Anda bisa langsung menuju ke website rental.

Berlangganan Kalender Libur 2017

Ayo update kalender libur dan cuti bersama tahun 2017 biar gampang berburu tiket promo pesawat murah.

Sebenarnya ini kalender yang sama dengan yang sudah saya tulis sebelumnya, cuma artikel itu tenggelam jauh di belakang hehehe. Jadi saya ulang tulis post ini.

Disclaimer dulu: Javamilk tidak menjamin keakuratan data jika ada ...

Sewa Wifi Router Gratis di Jepang

Saat wisata di Jepang wajib hukumnya mempunyai koneksi Internet. Tanpa ini kita akan mengalami kesulitan dalam menentukan rute dan jadwal perjalanan, dan bahkan masalah komunikasi saat memesan makanan atau sekedar bertanya ke orang. Umumnya 2 opsi yang dipakai adalah membeli prepaid SIM Card di Jepang atau sewa portable wifi router.

Sumber foto: www.ninjawifi.com

Namanya sewa portable wifi router yah tentunya harus bayar, tapi kali ini ada penawaran sewa wifi router gratis di Jepang. Gratis Internet berlaku 4 hari, lumayan untuk menutup gap jika host Airbnb Anda tidak menyediakan portable wifi. Simak caranya!

btw, artikel ini bukan artikel bayaran yah.. alias saya lagi pro-bono alias gratis hehehe.

Wisata Lokasi Syuting Descendants of the Sun

Kapal Karam di Navagio Beach Sumber: Zakynthos.us

Drama Korea Descendants of the Sun yang menjadi serial paling hits di tahun 2016 ini sepertinya akan membuat peta turisme Eropa sedikit berubah. Tidak heran kalau serial yang hits akan meningkatkan minat orang mengunjungi lokasi yang menjadi latar belakang cerita, tidak percaya? Cek saja ke Jeju Island atau Nami Island di dalam Korea Selatan sendiri.

Nah, untuk serial Descendants of the Sun mengambil latar belakang bukan Korea, jadi memang scene-nya sedikit lain. Walaupun di dalam cerita memakai setting negara fiktif bernama Urk, background dan tempat shooting serial ini ada di negara Yunani. Begitu meledaknya serial yang diperankan oleh Song Joong-ki dan Song Hye-gyo ini membuat animo turis Asia (khususnya China dan Korea) ke Yunani meningkat.

Hotel Review: Four Points by Sheraton Bandung

Starwood Hotels & Resort brand kuat dan banyak jaringannya di pasar Amerika, dalam beberapa tahun terakhir ini sangat agresif membuka hotel di kawasan Asia Pasifik. Saya pun biasanya hanya mencoba yang paling dekat di Penang. Namun akhirnya ada hotel baru dari group Starwood yang bisa saya tinggali di Indonesia untuk menghabiskan point saya. Four Points Bandung adalah tambahan baru di pusat kota Bandung mulai Januari 2016, setelah adanya Sheraton Hotel dan Tower di daerah Dago.

Four Points brand lebih menyasar golongan leisure (business) traveler, minimal demikian yang saya rasakan sama seperti di Four Points Penang. Kelebihan atau jualan utama hotel brand ini ada di kamar yang nyaman serta dilengkapi dengan Wifi dan TV LCD yang besar.

Oke jadi pada kesempatan terakhir, dimulailah staycation saya bersama keluarga di Four Points Bandung. Karena saya ada point SPG yang cukup, maka saya pilih redeem SPG Free Night sebesar 2000 Starpoints di Sabtu malam. Rate kamar prepaid di Sabtu adalah sekitar 1,2-1,3jt untuk Classic Room seluas 30 meter persegi.

Hotel yang bergaya modern art deco ini terletak di pusat kota Bandung, tepatnya Jalan Ir Juanda No 46 Bandung. Jika kita datang dari arah tol Pasteur, susuri jalan layang Pasopati dan turun di exit Dago, ketemu lampu merah belok kanan. Hotel ini terletak di sebelah kiri jalan, setelah Pizza Hut. Bangunannya memanjang ke belakang, secara lebar hotel ini tergolong tidak lebar, terbukti dari ramp parkir basement yang sempit.

Lobby yang klasik

Menghitung Budget Jalan ke Jepang

Akihabara District

Dengan semakin gencarnya promosi wisata ke Jepang, mulai banyak orang Indonesia yang melirik Jepang sebagai destinasi liburan sebagai alternatif dari wisata ke Hong Kong dan China. Umumnya cara yang paling mudah dan aman adalah dengan ikut group tour yang banyak dipasarkan oleh travel agent di Indonesia seperti JALan Tour, Dwidaya, Panorama Tour, dan lainnya, tetapi sebenarnya wisata ke Jepang bisa kita jalankan sendiri tanpa tour guide.

Saya sudah buatkan beberapa artikel panduan wisata ke Jepang yang tinggal Anda ikuti. Nah biasa pertanyaan pertama orang adalah masalah budget atau biaya hidup di Jepang yang masih punya stigma 'mahal'. Biasanya saya agak malas membahas topik ini karena gaya hidup tiap orang berbeda; contohnya yang biasa minum kopi Starbucks tiap hari di Jakarta tetapi masih berteriak bilang makan di negara orang seharga 50 ribu dibilang mahal. Tapi untuk kali ini mari kita hitung berapa ongkos liburan ke Jepang tanpa tour.

Sebelum sampai pada hitung-hitungan, mari kita split budget wisata ke beberapa bagian. Di sini saya akan berangkat dengan asumsi wisata moderat, bukan wisata melarat, juga bukan model backpacker. Intinya hitungan di sini bisa dipakai untuk anda jalan sendiri, bawa istri dan anak, atau bawa orang tua. Kalau mau cari yang wisata ke Jepang dengan modal 5 juta, silakan browsing2 di tempat lain ya, ini bukan tempatnya hehehehe.

Page 1 / 51