10 tempat wisata Hong Kong yang harus dikunjungi

Ingin berwisata ke Hong Kong tapi punya waktu terbatas? Javamilk menyajikan 10 tempat wisata terbaik yang harus dikunjungi saat Anda di Hong Kong.

Cukup pilih mana yang menarik sesuai dengan keinginan Anda karena jika Anda ingin mengunjungi 10 tempat ini semua perlu setidaknya 4 hari.

1. Victoria Peak

Belum ke Hong Kong namanya jika belum naik ke Victoria Peak dan melihat Fragrant Harbour dari ketinggian. Pemandangan dari Sky Terrace bisa dibilang luar biasa. Pastikan Anda datang saat siang dan malam sehingga bisa mendapatkan 2 scenes yang berbeda, juga pastikan cuaca sedang bersih. Lebih lanjut...

Victoria Peak View

2. Hong Kong Peak Tram

Naik ke Victoria Peak bisa menggunakan bis biasa, tapi pengalaman naik Peak Tram mempunyai sensasi sendiri. Antrian naik Peak Tram memang luar biasa kalau lagi di musim liburan, bisa 1 jam lebih baru dapat giliran naik.

Design tram masih jadul dan khas, terlebih susunan selasar/lorong di dalam tram yang berundak. Pastikan Anda duduk di kursi sisi kanan untuk mendapatkan pemandangan terbaik.

3. Star Ferry

Ferry yang melintasi Victoria Harbour ini bisa menjadi platform untuk berfoto ria. Ada beberapa rute Star Ferry yang bisa kita naiki dari port Tsim Sha Tsui, Central, Wanchai, hingga Northpoint, tapi yang paling menarik adalah rute TST-Central. Cukup bermodal Octopus Card, kita tinggal tap-in masuk ke dalam deck ferry yang berangkat tiap 10 menit, lalu keluar tinggal tap-out, total cost hanya HKD 2 per trip. Star Ferry

Hotel Review: St. Regis Hotel Osaka

Kelelahan dan kedinginan, saya menyeret koper keluar dari Honmachi subway station di Osaka. Udara dingin di akhir musim gugur serta angin kencang membuat badan ingin cepat-cepat masuk ke dalam selimut walaupun hari masih siang. Hotel saya hari ini adalah The St. Regis Hotel yang berada persis di atas stasiun, di kawasan Midosuji yang terkenal jalannya lebar dan ramai dengan butik ternama.

St Regis Hotel tampak dari jalan

Lantai dasar hotel hanya berupa restoran dan guest service. Koper langsung diambil oleh concierge, dan kita naik lift untuk menuju receptionist di lantai 12. Masuk ke St. Regis ibaratnya masuk ke rumah orang kaya, tidak seperti ke sebuah hotel. Designnya dibuat begitu elegan dan berkelas, dengan sentuhan yang memberikan karakter. Mau pegang atau foto ornamen hotelnya jadi rasa sungkan, takut berbekas hahaha. Mau keluar foto Japanese Garden-nya yang indah juga sungkan, jadi fotonya disimpan dalam kenangan saja.

Onsen Terbaik di Jepang

Salah satu highlight yang harus dilakukan saat kita berlibur ke Jepang adalah mencoba onsen-nya. Onsen adalah permandian air panas, yang airnya dihasilkan oleh panas bumi. Jadi biasa onsen terdapat di kawasan kaki gunung, bisa kita jumpai langsung di alam, atau diangkut dalam pipa menuju hotel-hotel di sekitarnya.

Budaya berendam di onsen sudah sejak dulu kala bagi rakyat Jepang, serta negara jajahannya seperti Taiwan, China, maupun Korea. Cukup dengan berendam dalam air yang mempunyai kandungan belerang tinggi bisa membuat kulit semakin halus serta suhu panas sekitar 40 Celsius bisa melancarkan peredaran darah.

Air suci di Hakone Shrine

Di Jepang, kita bisa menikamati onsen di berbagai resort yang ada. Yang paling mudah dari Tokyo adalah di sekitar Gunung Fuji. Biasa ada website yang membuat peringkat onsen berdasarkan sifat airnya, alamiahnya, maupun service di penginapannya.

Menurut saya bukan lokasi atau berapa kandungan sulfur yang membuat sebuah onsen dikategorikan terbaik. Saya berpendapat bahwa onsen terbaik adalah onsen yang bisa saya cebur secara private kapan saja.

Maka kesempatan saya mencoba private onsen didapat dengan mengunjungi Hakone, selatan Gunung Fuji. Dengan menginap di Kisyunso, sebuah ryokan/penginapan kecil, tapi mengizinkan tamunya untuk mem-block onsen untuk pemakaian pribadi. Ada 3 buah onsen di sini, 2 berupa indoor onsen, dan satu lagi adalah open air yang saya recommend.

Outdoor Onsen di Kisyunso Ryokan

Menjajal Shanghai Maglev Train

Apa rasanya naik kereta dengan kecepatan 430 kilometer/jam tapi tidak ada roda yang menempel di rel?

Naik kereta super cepat atau bullet train sudah lumrah baik di Eropa dengan naik TGV atau ICE, maupun di Jepang dengan shinkansen. Kereta Eurostars dari Paris ke London bisa mencapai 300km/jam adalah salah satu jalur kereta paling sibuk di Eropa, contoh lain adalah ICE High speed train dari Frankfurt ke Köln kalau mau versi Jerman tulennya.

Tapi untuk Asia kereta super cepat hanya ada di beberapa negara: embahnya di Jepang, juga di Taiwan dan di China. Nah, umumnya kereta ini pasti punya rangkaian roda yang jalan di atas rel. Tapi kalau pas mendarat di Shanghai, China, jangan lewatkan kesempatan mencoba Maglev Train, kereta yang tidak pakai roda.

TickTock Escape Room

Escape game area, permainan ala detektif berkelompok, semakin berkembang terlebih di Jakarta. Kali ini Javamilk mendapat kesempatan untuk mencoba menjajal teka-teki yang ada di TickTock Escape Room.

[

The Game

Bagi yang belum pernah mengikuti permainan model ini, kira-kira gambarannya adalah sebagai berikut. Kita akan memasuki sebuah ruangan dengan setting tertentu. Lalu akan di-brief tentang latar belakang cerita dan objectives. Dengan clue/petunjuk yang harus kita selesaikan di ruangan tersebut hingga tujuan akhirnya adalah menemukan cara atau kunci untuk bisa keluar dari ruangan itu dalam 60 menit.

Waktu yang terbatas memang memaksa kita perlu membagi tugas dan bekerja sama. Jumlah peserta yang di-recommended sebenarnya 2-6 orang, tapi menurut saya 3-4 orang adalah jumlah yang efektif. Dengar dari staff Ticktock ada juga 2 orang anak usia sekolah yang bisa menyelesaikan misteri kurang dari 60 menit, tertantang tidak?

Autumn Report

Wah, sudah hampir 2 bulan saya tidak menulis di blog ini karena beberapa kesibukan (or distraction?) baik di pekerjaan kantor mau pun urusan pribadi.

Dan seperti biasa, untuk memulai lagi menulis artikel jalan-jalan, ibaratnya mendorong mobil yang mogok, usaha pertama itu yang cukup berat: mencari semangat menulisnya. Yah untuk itulah saya coba tulis artikel ini yang tergolong 'enteng'.

Pas kebetulan mencari suasana autumn, pergilah kita ke negri yang punya musim ini. Walaupun belum benar-benar memasuki musim dingin, tapi musim gugur sudah cukup dingin, suhu bisa dari 3°C hingga 15°C.

Di late Autumn, daun sudah pada rontok tapi di beberapa taman Tokyo masih ada daun yang 'telat' gugur.

[

Tips Mengumpulkan AirAsia BIG Point

Tips mengumpulkan miles dari full service airlines sudah pernah saya bahas di artikel sebelumnya, tapi ada satu airlines yang ajaib: sudah jenisnya low-cost carrier, masih menawarkan program loyalty pula! Itulah Air Asia BIG.

Bagi yang belum tahu BIG Point adalah program loyalty-nya AirAsia, kurang lebih seperti GarudaMiles atau KrisFlyer-nya SQ, di mana kita akan mendapatkan point (atau miles) setiap kali kita terbang dengan maskapai tersebut. Pada akhirnya point atau miles yang telah dikumpulkan itu bisa ditukarkan dengan tiket pesawat gratis dengan destinasi pilihan kita.

Tips 1: Ya Rajin Terbang dengan AirAsia

Pada dasarnya, untuk setiap 2 Ringgit yang kita bayar di tiket AirAsia akan mendapatkan 1 BIG Point. Jadi untuk tiket pesawat sekitar 300ribu rupiah kita akan dapat 50 point.

Lalu untuk redeem, kita perlu setidaknya 5000-6000 point baru bisa tukar tiket gratis Jakarta-Singapore one-way.

Page 1 / 47 »