This is Indonesian version of my Travel Guide. For English version, please go to my Europe Travel Guide. I travelled from Indonesia to Europe and been there for 13 days, enjoying many aspects of Europe cities from U.K to Italy using my own pace without guided tour.
Kali ini saya mau sharing pengalaman, siapa tahu bisa jadi panduan liburan atau jalan-jalan hemat ke Eropa untuk Anda. Maret 2008 lalu saya sukses melakukan jalan-jalan ke Europe/Eropa. Total hari yang dipakai adalah 22 hari, di mana 13 hari berada di Eropa, plus 4 hari stop-over di Shanghai dan sisanya adalah di Singapore dan Malaysia. Total biaya untuk 22 hari ini adalah hampir 49 juta rupiah untuk 2 orang, dengan biaya hidup dan hotel moderat. Kota yang dikunjungi selama di Eropa : London, Roma, Florence, Venice, Paris, Brussels, Amsterdam, Mainz, dan pulang lewat Frankfurt.
Panduan ini akan terdiri dari banyak halaman meliputi:
- Intro
- Di mana beli tiket pesawat?
- Mencari rute penerbangan internal Eropa, kereta, dan hotel
- Mengurus Aplikasi Visa ke Eropa
- Perjalanan ke London
- Jalan-jalan di London
- Jalan-jalan di Roma
- Jalan-jalan di Florence
- Jalan-jalan di Venice
- Jalan-jalan di Paris
- Jalan-jalan di Amsterdam
- Jalan-jalan di Mainz Frankfurt
- Pulang deh
Ada artikel lagi di perjalanan saya berikutnya, juga mungkin menarik untuk Anda.

Intro
Saya tinggal di Jakarta, Indonesia. Perjalanan ke Eropa ini dirancang tidak menggunakan bantuan tur/travel, jadi semua urusan arragement harus dikerjakan sendiri. Mengunjungi sekian banyak negara dengan banyak alat transport tentu saja memerlukan cukup banyak usaha dan tenaga, sehingga mungkin tidak cocok untuk keluarga yang membawa anak kecil atau manula. Kemampuan membaca peta juga penting karena harus mencari jalan sendiri.
Apalagi bagi orang yang belum pernah jalan sendiri ke negara seperti Inggris, Perancis, Italia, Belanda, Jerman, dan lainnya, mungkin sebagian besar orang ragu: bagaimana bisa jalan-jalan tanpa tour guide? Untuk Anda yang senang travelling dan wisata tapi tidak mau repot, ikut tour memang pilihan yang aman. Sedangkan untuk orang yang suka pertualangan dan kebebasan, jalan sendiri bukanlah kesulitan besar.
Kalo Anda bertanya, kenapa tidak ikut tur? kan bisa lebih murah? Coba baca paragraf pertama di atas, total cost saya apakah lebih mahal dari pada ikut tur dengan jumlah kota dan hari yang sama? Selain itu tentu ada alasannya untuk jalan sendiri:
- Mestinya bisa lebih murah
- Fleksibel: bebas jam berapa bangun pagi, dan kapan mau tidur malam. Ikut tur biasanya melelahkan karena checkin hotel malam jam 10, besoknya bangun jam 6 pagi, sarapan dan jalan lagi. Ikut tur tidak mungkin punya pengalaman bersepeda semacam ini lho.

- Jalan hanya ke tempat yang kita sukai. Tur bisa saja membawa orang ke museum yang membosankan.
- Tidur selalu di hotel. Ikut tur berarti Anda harus siap tidur malam di atas bus berjalan.
- Ini rahasia umum: yang ikut tur kebanyakan orang tua atau manula, kadang tidak cocok untuk anak muda.
Tapi, jalan sendiri juga ada masalah tersendiri:
- Tempat yang dikunjungi tidak sebanyak ikut tur. Biasanya kita menghabiskan waktu cukup lama di satu tempat. Bus tur akan membawa Anda ke banyak tempat dalam satu hari. Baru saja menjejakkan kaki di spot turis, foto, dan sudah disuruh berangkat lagi.
- Memilih hotel bisa jadi problem tersendiri, dari kualitas hingga lokasi, semua sudah harus dibooking (dan bayar) jauh-jauh hari sebelum tiba di Eropa
- Harus membaca peta kota, subway/metro, dan belajar naik bus kota.
- Tersesat harus dipandang sebagai jalan-jalan juga, jangan saling memarahi teman seperjalanan.
- Sabar antri tempat-tempat wisata favorit, bayar tiket lebih mahal daripada group ticket.
Mengapa ada travel agent yang menawarkan harga murah?
Jika Anda sering membaca iklan di koran, mungkin menemukan harga paket tour ke Eropa begitu bervariasi, dari murah hingga lumayan mahal padahal jumlah hari dan kota yang dikunjungi hampir sama. Sama-sama menawarkan misalnya 12 hari ke 6 negara dengan jumlah kota misalkan 10, harga bisa berbeda hingga USD 500 antara travel agent.Yang perlu Anda cermati jika memang berniat ikut tour (istilahnya group tour) semacam ini adalah detil tiap kotanya, bukan jumlah kotanya. Jika Anda baca detil tiap hari di dalam brosur, apakah tiket masuk ke tempat wisata sudah include, atau mesti bayar sendiri, atau hanya sekedar “melewati” (berarti ada tour guide di dalam bus yang teriak, “lihat ke sebelah kiri, itulah Trafalgar Square!”
).
Selain itu yang sangat menentukan harga adalah biaya transportasi dan hotel. Jika Anda ikut group tour, sudah pasti akan selalu memakai bus tour baik di dalam kota maupun pindah antar kota. Pokoknya setidaknya Anda terperangkap dalam bus hingga total 3-4 jam sehari, dan dalam satu hari bisa mengunjungi 2 hingga 3 kota sekaligus. Tiba, turun bus, foto, berangkat lagi… itu prinsipnya. Hotel yang dipakai umumnya bintang 3 atau 4, namun bisa jadi lokasinya tidak di pusat kota (karena selalu punya bus tour).
Sedangkan jika Anda ingin jalan sendiri tanpa tour, hotel tentu saja akan dipilih yang di dekat pusat kota, bahkan kalau bisa bahkan yang punya balkon lihat menara Eiffel ya kan.. (jauh lebih mahal), dan perjalanan antar kota memakai kereta cepat (lebih nyaman tapi juga lebih mahal). Itulah beberapa hal yang membedakan harga, tergantung preferensi Anda.
Tips dari Saya
- Booking tiket pesawat ke Eropa setidaknya 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Tiket pesawat akan lebih murah jika dibeli jauh-jauh hari.
- Pakai kartu kredit yang menawarkan kurs valas yang wajar. Dan sebaiknya gunakan hingga 2 macam kartu kredit saja untuk transaksi online supaya tidak bingung waktu validasi.
- Ingin murah, jangan pergi waktu summer (Juni-September). Harga hotel bisa 2x lipat harga normal
- Apply Visa yang diperlukan. Sebagai WNI, Anda perlu Visa Schengen untuk masuk ke Eropa, kecuali Inggris/UK. Visa UK harus diurus terpisah. Khusus Swiss, diperlukan visa lagi (kalo gak salah November 2008 Swiss akan menerima visa Schengen). Anda harus punya bukti booking tiket pesawat dan hotel untuk dapat mengurus permohonan visa. Booking hotel mungkin optional di kedutaan tertentu, tapi usahakan Anda menyertakan bukti booking supaya lebih meyakinkan. Bagaimana jika visa ditolak? Yah bisa jadi semua uang yang dikeluarkan untuk booking jadi terbuang percuma, tapi inilah resiko. Detil dapat Anda baca di artikel mengurus visa ke Eropa.
- Perhatikan cuaca negara tujuan. Bawa pakaian seperlunya saja. Sampai Eropa pasti baru menyadari kenapa ada istilah ‘orang bule tidak suka mandi’
- Jangan bawa handuk mandi. Selain makan tempat, selalu basah dan berat, pasti bikin koper berat dan bisa jadi kena excess-baggage charge di pesawat. Handuk selalu disediakan hotel dan bersih.
- Bawa disposable underwear, baik untuk lelaki atau perempuan. Harganya murah (saya beli 15,000 per pack isi 6-7 di Watson’s atau Hypermart). Anda terbebas dari rutinitas cuci mencuci, sekali pakai tinggal buang.
- Ingat: airline di Eropa memakai batasan 15 kg untuk bagasi check-in. Lebih dari ini biasanya kena charge. Dan usahakan jumlah bagasi yang dibawa cuma 2 per orang. Satu untuk check-in, satu lagi backpack. Harga Tiket pesawat dihitung dari jumlah check-in piece dan beratnya.
- Bawa obat yang mungkin perlu dan juga resep dokter. Kita bisa membeli obat dokter di apotik tanpa resep, tapi di luar negeri hal ini tidak berlaku.
Baca Artikel selanjutnya: Di Mana beli Tiket Pesawat? >>
Jika Anda tertarik untuk jalan hemat ke Eropa, saya menawarkan paket tour hemat ke Eropa. Untuk lengkapnya silakan baca di website JalanEropa.com – Tour Hemat ke Eropa.



Hah? Judulnya ‘Jalan2 Hemat’ kok mahal banget!?
[Reply]
@Trinity: Halo mbak Trinity, definisi jalan hemat saya mungkin memang beda dengan hemat menurut naked traveler. Kita tidak tinggal di hostel tipe dorm, juga tidak hidup ala backpacker.
Yang saya jalani dan tulis di sini lebih cocok untuk yang berkeluarga, berpasangan, dan ingin traveling in affordable price. Tidak ada keinginan untuk mengirit seirit-iritnya.
[Reply]
hai alist, ak br baca artikel km keren banget.Aku dan suamiku ada rencana 2009 pergi ke eropa kurang lebih 2 migg kali, tapi suamiku (yg sibuk)menyerahkan ke ak untuk mengumplkan semua data2 akomodasi beserta tempat2 yg dituju hrs komplt, sedangkan ak belom pernah keeropa duhh boleh tolong bantu ak gak wkt km ke eropa km bisa ceritaain seluruhnya perjalananmu perharinya selama 22hr itu beserta tempt2 tujuanmu dari lokasi mkn,hotel,wisata,booking2 tranportasi dieropa,beserta biaya2nya, booking pesawat pp yg murah di tahun 2009(maret-april suhunya gmn?),bisa diemail ke ak? minimal ak ada pegangan mau kemana2.. tolong bantu ya biz ak gak kebayang bs keropa suennenng buanget neee….sebelumnya terima kasih ya(pleazzeee:)) )
[Reply]
Hi Alisanta !
Salam kenal..
Keren bgt baca ceritamu.
Rencananya aku mau liburan ke German selama 1 bulan pada Februari 2009 dan tinggal dirumah temanku di Munich.
Untuk status visa nya aku masih rada bingung.. visa apa yang harus aku apply, visa turis atau visa visit friend.
Please ur advice ya
Tx
[Reply]
@silvia: Kalo urus visa gini, minta temen kamu (yg WN Germany) membuat surat undangan ditujukan ke embassy mereka di Indo sini. Lalu kamu apply visa turis.
[Reply]
Hallo,
Mau tanya donk, apakah bisa waktu apply visa schengen kita attached voucher hotel yang udah kita beli buat di negara2 yang bakal kita kunjungin maksudnya dari pada booking hotel online trus print reservationnya. Pertanyaan berikut, pengen stay seminggu di Belanda, pengen banget stay di hotel boat di amsterdam, ada info tentang hotel boat itu atau hotel lain, atau mungkin rent apartment seminggu, pernah liat tuh tapi lupa link nya
Makasih yah
[Reply]
Dear Alisanta..
Tx ya buat responsenya.
Untuk surat undangannya boleh aku tau gak ya bentuknya kyk gimana? bentuk surat undangan biasa atau isi form?
[Reply]
kalau ada paket ke eropa untuk mei 2009. mohon email ke saya. thanks
[Reply]
hai alisanta,
makasih berat ya atas emailnya, hehehe mo laporan dulu ne:)moga aja lulus ke eropanya….kayak ujian aja))
[Reply]
@silvia Surat undangannya diketik aja dengan isi intinya siapa yang menampung di Eropa sana, identitas, pekerjaan, alamat dan durasi stay.
@Heaven Bukti reservasi harus ditunjukkan dalam aplikasi visa. Kalau voucher hotelnya sudah ada informasi tentang tanggal check-in mestinya bisa dilampirkan.
Boat Hotel di Amsterdam bisa dilihat di : http://www.amstelbotel.nl/en/
Sedangkan kalau mau beramai-ramai, bisa sewa boat hotel seperti di sini : http://www.houseboathotel.nl/
[Reply]
alisanta, saya belum pernah ke luar negeri, mau tanya:
kalau ke eropa membawa uang selain caxh gimana, apa kartu ATM dan kartu kredit bank2 di Indonexia bisa dipakai disana? atau perlu membuka rekening bank2 tertentu? kalau harus bawa cash euro yang aman berapa?
terus rekening yang ditunjukkan untuk pengurusan visa apa rekening bank biasa di Indonesia (mata uang idr?)
[Reply]
@nia: Baiknya langsung bawa mata uang EUR atau GBP. Jangan bawa rupiah ke sana karena gak ada yang mau terima termasuk di money changer. Euro kan gak tebel-tebel amat kertasnya bahkan ada pecahan 500 Euro selembar.
Dan jangan masukkan semua uang ke dalam dompet. Dibagi 2 atau 3 aja, uang receh di dompet, yang gede disimpan di passport atau amplop. Untuk keperluan sehari-hari, gunakan pecahan 10,20,50 Euro.
Kartu Kredit bisa dipakai untuk swipe di Eropa, pengalaman saya pakai BCA dan HSBC Visa dan Mastercard tidak masalah. Mau tarik uang lewat ATM Visa juga bisa (kena charge tinggi).
Untuk aplikasi visa, bisa menunjukkan rekening IDR di Bank2 Indonesia, jangan lupa urus surat referensi bank.
[Reply]
Hai.. Wah ceritanya asyik bgt nih.. Ak rencana mau ke eropa jg bareng keluarga dan kebetulan punya bnyk keluarga di belanda. Tapi ak bingung mau pergi bulan apa? Antara juli atau desember thn dpn. Krn uangnya terbatas jadi nyarinya dari sekarang. Tlg infonya ya.. Apa saja yg diperlukan? Atau ada buku yg di rekomen??
[Reply]
hi Alisanta.
pengen nanya donk…
saya baru2 ini request visa schengen di kedutaan Estonia di china.
hasilnya di reject -_-’
sekertaris kedutaan bilang data2 sama document lengkap dan gak ada yang salah, lalu saya tanya ” terus alasan ditolaknya kenapa?”
dia cuma bilang “no comment”. there is no reason >.<
Menurut kamu kenapa ya koq ditolak gitu tanpa alasan? padahal document lengkap +ada visa invitation,jumlah saldo di bank juga cukup (sekitar 90 jutaan kalo di rupiahin).form application juga ga ada yang salah,travel insurance ada juga.
bener2 bingung…soalnya kalo gak tau alasannya apa,kan kalo mau request lagi jadi gak tau apa yang harus diperbaiki.ticket uda di bayar lagi.. visa invitation-nya juga angus gara2 di reject.
saya sekarang lagi prepare untuk request yang ke 2x.
chance buat request ke 2 gimana ya? biasanya lebih tipis ?
ada saran atau tips gak untuk pembuatan visa yang ke 2 x nya?
mumpung masi nunggu visa invitation yang baru di confirm.
thanks
[Reply]
bagus bro infonya.. kebetulan aku jg mau ke eropa bulan maret 2009 ini sama istri cuma berduaan aja..
thanx ya atas tulisannya
[Reply]
@ming Memang mereka punya hak untuk tidak memberikan alasan jika visa ditolak. Kalau memang bener2 ingin ke Estonia, memang terpaksa harus apply lagi visa ke kedutaan Estonia. Alternatif lain coba usahakan rubah tiket pesawat untuk masuk ke Eropa lewat negara lain dan apply ke kedutaan itu.
Ada proses wawancara gak waktu itu? Mungkin ada ‘keseleo lidah’ atau ada yang tidak sesuai dengan dokumen. Jawab sejujur2nya aja yah, tidak ada yang pasti dalam aplikasi visa
Good luck
[Reply]
Wah salut Bro, lengkap buanget. ini yg gw cari. aq print ya krn bermanfaat. moga di tambah rezekinya biar bisa keliling lagi dan jgn lupa bagi pengalaman ya. minta no emailnya ya ? siapa tau minta info pas di europe sana. tq ya sukses
[Reply]
Hebat perjalanannya jadi kita bisa ikutan bagaimana perjalanan anda berdua jadi motifasi kami untuk jalan dan kalau keluarga juga ikut wach… bisa jadi tour keluarga…. gimana bisa bantu n berapa biaya yang paling murah saat ini mengingat pas2an nich tapi kepincut mau ikut jejak anda berdua… he… he… sukses buat tulisan anda. dan sangat membantu.
God Bless U All
[Reply]
Pingback: New Travel Blog Series: Guide to Hong Kong
Dear Alist,..salam kenal ya,..saya tertarik nie gabung, seru banget and salut bisa tau info yang lengkap banget nie.
saya anisa, mau tanya nie, bulan aprl pengenya ngajak ibu ke amsterdam and pulangnya lewat paris. tujuan utama cuma ke keukenhoff, volendam, eiffel, menara pisa klo bisa hehe. saya ada visa dari kantor tapi ibu saya belum ada,pengennya ga ikut tour karena pengen hemat. yang mau ditanya :
1. langkah pertama untuk buat visa ibu saya gimana?tidak ada relasi disana.
2. hotel yang murah tapi ada tour ke tempat2 tsb dimana ya, mgkn tau?
3. pergi dari amsterdam ke paris berapa harga tiketnya kira2?
4. hotel di paris yang ada tour guidenya tp murah dimana?
kalau tujuanya hanya ke tempat tsb berapa hari cukupnya?
Terimakasih banget nie Alist,..:)
di tunggu saranya yaa,..:)thanks alot!!
[Reply]
Dear Alist,..waduuuhh,..komplit banget infonya! makasih banget ya langsung di respon
bener2 hemat dan cepat,..semoga bisa di approved visanya ya, itu yang aku takutin. maklum ingin membahagiakan sang ibu tercinta
,..bravo JAVAMILK!! thanks alot!!
[Reply]
halo pak alisanta, mau tanya, waktu ngajuin visa, kira2 bukti booking hotelny itu untuk berapa hari? atau hari pertama yg sudah di booking saja yg perlu?
trs kalau misalny saya pake couchsurfing (yg nginep rumah orang) kira2 itu bagaimana ya? atau ada kedutaan tertentu yg tidak minta bukti booking hotel?
[Reply]
oiya. thanks before!
[Reply]
Hi.. saya wiken. salut deh.. infonya bagus banget..
kami sekeluarga (saya, suami & 2 anak 8th & 2 th) berencana, liburan juni nanti mau keliling Eropa. kami sdh pernah kesana 2006 lalu (sy, suami & anak pertama 6 th) tapi kami ikut tour.. & kesannya… Ruaaaar biasa capeknya… hehehe.. dgn tulisan ini, jd pengen berangkat sendiri.. tapi kira2 dgn bw anak yg 2 th bisa nggak ya?? mohon sareannya ya…
ok deh.. sukses selalu…
[Reply]
mas alist ok banget infonya (ikut2an..)
1)mo tny mengenai asuransi perjalanan 30rb euro itu harus disediakan tuh? maap y mas saya kurang mudeng..
2)kalo saya dpt undangan dari teman WN Jerman untuk stay di sana beberapa wkt (1 ato 2bln), sebagai sponsor, apa saja yg harus teman saya siapkan? apa harus menunjukan bukti financialnya kepada pihak2 di jerman ato hanya pernyataan saja bahwa ia yg akan menanggung seluruh biaya saya selama di jerman? kalo harus menunjukan bukti tsb berapa jumlahnya?
3)dokumen apa saja yg harus saya siapkan jika kasusnya seperti saya ini?
mohon infonya..
terima kasih
[Reply]
Hi Mas, mau tanya kalo visa Schengen itu bisa di extend ngga ya?
dan apa bisa extend tapi beda type nya? Misalnya mau backpacking selama 3 bulan (dari sini apply tourist visa), baru setelah disana apply visa study untuk course bahasa misalnya. Apa harus di Indonesia? Thanks untuk infonya.
[Reply]
Mas Alisanta,
terima kasih utk semua jawaban Mas di pertanyaan2 sy sebelumnya.
skrg sy ingin bertanya ttg visa schengen. kapankah batas maksimum kita dapat masuk ke negara area schengen sejak visa tsb di-issued Kedutaan? apakah sampai 15 hari ke depan atau 1 bulan ke depan? dan apakah ketentuan ini berlaku sama di seluruh Kedutaan negara schengen?
sekali lagi, terima kasih banyak Mas!
[Reply]
Wah…sepertinya seru ya…Artikelnya bikin semangat buat ngerencanain perjalanan…Europe is my dream…semoga saya bisa sukses ngikutin jejak eropanya…:D
[Reply]
saya ada rencana mau ke swedia. Mau kunjungi teman baik saya sekalian travelling di sana. bukti2 seperti surat undangan si pengundang ada di tangan saya semacam letters untuk membuktikan bahwa saya akan nginep di rumah teman baik saya selama 1 bulan, tidak di hotel. Minggu lalu travel agent ke kedutaan, permohonan visa saya ditolak! help mee please! important.. harus hadiri acara perkawinan teman baik saya sekalian.
[Reply]
sorry saya lupa, sekali lagi, terima kasih banyak Mas!
[Reply]