Ikut Tour dengan Gaya Berbeda

[

Semua orang memiliki gaya travelling sendiri-sendiri. Layaknya tipe smartphone, pengguna BB, Android, ato IPhone memiliki style tersendiri. Tidak ada ilmu yang benar dan exact layaknya rumus matematika, semua bebas dengan ekspresi masing-masing.

Javamilk sendiri adalah penganut travelling yang cenderung bebas atau istilah kami koperpacker. Sukses untuk bisa bereksplorasi dengan sistem transportasi, budaya negara, keunikan tiap negara yang ditemui adalah suatu kepuasan tersendiri, tanpa mengurangi kenyamanan.

Namun, dikarenakan situasi dan kondisi, kadang-kadang apa yang kita prefer harus dikalahkan oleh kondisi. Karena sedang berbicara tentang jalan-jalan, si koperpacker ini kadang-kadang harus mengikuti jalan-jalan dengan versi paket atau kerennya disebut group tour.

Udah pernah kan setidaknya ikut group tour? Jadi semua sudah diatur mulai dari jadwal keberangkatan, jadwal bangun pagi, jam makan, hingga tempat wisata. Pokoknya duduk manis di bus dan ikuti instruksi tour leader.

Kelebihan menggunakan tour adalah harga yang lebih murah dapatnya lebih banyak. Dari hasil diskusi dengan yang punya tour, mereka kadang bisa bikin program tour yang gak untung! Untungnya nanti dari komisi penjualan di toko2 yang must-visit.

Banyak kondisi yang membuat kita memilih hal yang berbeda, saat kita harus berpergian dengan group tour tidak perlu menjadi ekstrim dengan alasan kebebasan, harga mahal, sering diajak presentasi ke toko-toko mahal, dsb dsb. Cukup turunkan level ekspektasi Anda untuk travelling dan nikmati saja... toh memiliki pengalaman baru bukanlah suatu hal yang tabu.

Begitu pun saat ke Korea Selatan beberapa waktu yang lalu, kami berpegian dengan group tour. Javamilk tetap memberikan beberapa personal touch kedalam trip yang satu ini.

Beberapa personal touch yang dapat diberikan agar jalan-jalan dengan paket tur Anda tetap berkesan coba saya share di sini semoga dapat bermanfaat bagi Anda:

1. Explore, Explore, dan Explore

Saat di Nami Island-Korea, peserta tour diberikan waktu bebas untuk menjelajah pulau sampai sore/malam hari (istilahnya free time). Biasanya tempat wisata ini memiliki peta panduan yang sangat membantu. Dari brosur, kami mendapatkan info penyewaan sepeda berkeliling pulau.

Pulaunya sendiri tidak begitu besar tapi kalau ditempuh dengan kaki cukup membuat pegal. Jadilah dua sepeda ini kami adopsi selama sejam. Dengan sepeda ini, kami bisa mengelilingi pulau lebih maksimal dan bisa menemukan spot foto bebas turis seperti ini. Padahal yang lagi di Nami Island nan kecil ini ribuan orang!.

Peserta tour lain mana? Masih sibuk foto-foto, foto sendiri, foto berdua, foto group, habislah waktu :)

[

[

2. Let It Go

Saat di Myeongdong Market, kami memilih untuk tidak makan malam yang sudah dipaketkan supaya dapat menjelajah daerah ini dengan lebih puas (karena alokasi waktu terbatas).

Kebetulan juga, sebelum dari Myeongdong, kami dibawa ke duty freeshop dan tidak menemukan barang yang menarik sehingga kami makan terlebih dahulu dan masih agak kenyang. Mungkin karena kami bosan dengan makanan set dari tur dan kami ingin mencoba street food.

[

Kalau tidak bisa ngomong, cukup pake ilmu tunjuk dan bahasa isyarat "one, two or three". Kalau makanan yang keluar tidak sesuai ekspektasi? Ya nikmati aja. Namanya juga pengalaman. Kalau misalnya ada orang yang perhitungan terus bilang "makan sudah dicover tour", sayang kan itu hak? Ya semua kembali kepada pilihan masing-masing untuk Let It Go!

3. Think Think Think

Coba lihat apakah mungkin untuk mundur dari jadwal kepulangan satu atau dua hari untuk berkeliling sendiri. Biasa kita bisa request hal seperti ini saat mendaftar ikut tour. Tentu saja bisa kena biaya tambahan. Hal ini tentu membuat budget nambah tapi apabila Anda adalah tipe koperpacker pasti akan ada kepuasan sendiri dibaliknya.

Di hari terakhir tur, kami meminta ijin untuk berpisah dan bertemu di airport. Lumayan, meski waktu singkat (dari jam 9am - 4pm) kami sudah memiliki kesempatan untuk naik ke Seoul N-Tower (setelah sebelumnya hanya diajak berfoto di bawah saja), mencoba mempelajari sistem subway di Seoul yang memiliki TIGA BELAS JALUR!

[

Sempat nyasar dari exit subway namun ini merupakan berkah karena kami menemukan TOYS MARKET seperti ini. Bisa buat oleh-oleh anak ini. Asyik kan?

[

Summary

Sebagai summary, ikut tour tidak selalu berarti tidak fleksible. Kita perlu lebih aware terhadap schedule yang ada, dan mana yang bisa diskip untuk acara bebas.

Airbnb
Komentar

Panduan Wisata

Cari Artikel Lama