Jalan-Jalan di Florence

\<\< Prev: Jalan-Jalan di Roma

Daftar Perjalanan hari ini:

  • Santa Maria Novella
  • Duomo di Firenze
  • Palazzo Vecchio
  • Galleria degli Uffizi
  • Ponte Vecchio

Orang Italy menyebut kota ini Firenze, sedangkan istilah Florence adalah terjemahannya dalam bahasa Inggris. Kota ini adalah markasnya klub sepakbola Fiorentina.

Tiba di kota ini menggunakan kereta Trenitalia dari Roma, perjalananan dengan kereta super cepat hanya 2 jam. Saya dan istri keluar dari Stazione Santa Maria Novella, stasiun kereta utama di kota Firenze. Menyusuri jalan mengikuti petunjuk menuju hotel yang ternyata cukup sulit dicari.

Di depan stasiun ini terdapat lapangan luas, dan jalan-jalan raya ternyata dibangun tidak menggunakan aspal, melainkan dengan batu (mungkin batu sungai atau gunung yang keras). Berjalan lurus kami menemukan Gereja St. Maria Novella yang sedang dipugar. Tidak jauh dari gereja inilah Feretti Hotel tempat kami tinggal.

Hotel ini sejujurnya tidak terlalu bagus, dan apesnya kamar kami berada di lantai 4! Untungnya diberikan kamar terbesar kami selama di Eropa: sebuah kamar dengan triple bed (padahal bayarnya hanya untuk double bed).

Ada sedikit kejadian lucu di sini. Sewaktu saya booking lewat Venere, saya menuliskan preferensi: a room with window-view. Lalu Sang Ibu pemilik hotel saat membawa kami ke kamar tersebut mengatakan: "because you ask a window, we give you this room with beautiful view" sambil membuka jendela kamar hotel. Karena hotel berada di dalam jalan sempit (baca: gang), maka sebenarnya tidak ada sesuatu yang bisa dilihat dari jendela. Tetapi karena tinggi bangunan di Firenze semua rata-rata sama, maka dari jendela tampak kubah besar The Duomo di kejauhan. Inilah 'beautiful view' yang dimaksud sang pemilik.

DSC05171 DSC05169
Firenze adalah kota kategori kecil. Kita cukup berjalan kaki sekitar 10 menit untuk mencapai The Duomo, nama terkenal dari gereja Cattedrale di Santa Maria del Fiore. Gereja dengan kubah raksasa dan detil fasade yang mengagumkan adalah landmark kota Firenze. Bagaimana cara Anda memotret dengan kamera, tidak mungkin mengambil lengkap bangunan gereja ini karena terbatasnya jarak foto dan diapit oleh bangunan lain di kiri dan kanan. Masuk ke dalam gereja ini tidak dipungut bayaran, dan kita akan disuguhi maha karya yang hebat dari Brunelleschi berupa lukisan di langit-langit (sebelah dalam) kubah.

Di depan gereja ini terdapat lapangan kecil Piazza San Giovanni, di mana burung-burung merpati banyak berkumpul menunggu makanan. Di kiri kanan blok ini banyak toko es krim dan restoran. Suasana di bagian kota ini seolah-olah hanya untuk art. Tidak kelihatan ada orang sibuk kerja atau aktivitas lain. Di mana-mana terdapat detil art dan patung.

Jalan 5 menit dari sini, kita menemukan Piazza della Signoria, sebuah lapangan yang luas dengan turis yang banyak. Di sini terdapat Palazzo Vecchio, Galleria Uffizi dan Museo di Storia della scienza. Kita dapat melihat beberapa patung yang dipajang di depan galeri termasuk replika dari patung "David" pahatan Michaelangelo.

DSC05223 DSC05233
Melewati Galerria Uffizi, jalan akan berakhir di pinggir sungai Fiume Arno yang membelah kota Florence. Ada banyak jembatan yang melintasi sungai ini, satu yang paling terkenal adalah Ponte Vecchio (Ponte=bridge). Jembatan ini satu-satunya jembatan yang lolos dari serangan bom perang dunia II.

Sekarang sepanjang jembatan ini dipakai sebagai tempat/toko berjualan, yang paling banyak adalah toko emas, selain itu juga digunakan sebagai tempat orang Italia untuk berpacaran.

Kami berjalan terus sepanjang pinggir sungai, menemukan banyak butik-butik ternama seperti Salvatore Ferragamo, Burberry, dan mengejutkan adalah menemukan toko sepatu Bata. Selama ini kita mengira Bata adalah sepatu brand murahan, tunggu sampai Anda ke sana melihat price tag sebuah sepatu. Ternyata Bata adalah merek sepatu asal Chech Republic.

Hingga saatnya waktu mulai gelap, saatnya makan malam. Bagaimana jika melihat etalase makanan seperti ini?

DSC05262

>> Next:Jalan-jalan di Venice