Jalan-Jalan di Zug

Zug itu ibaratnya unexpected stop dalam perjalanan saya. Mestinya ada kereta direct dari Zurich menuju Luzern, namun kebetulan yang saya naiki adalah intermediate stop di Zug, lagipula punya beberapa jam yang bisa di-spend, maka saya memutuskan (saat di dalam kereta) untuk berhenti dan keluar di stasiun Zug.

Kereta direct Zurich ke Luzern hanya memakan waktu 45 menit. Dan Zurich ke Zug cuma sekitar 20 menit, jadi pantat belum panas sudah turun lagi.

Setelah menitipkan koper di loker stasiun, lalu bertanya ke kantor Tourist Information di dalam stasiun (tanya apa yang bisa dilihat, lalu juga petugas yang ramah menyarankan kita untuk mencoba Kirsch cake, a.k.a kirschtorte).

Walaupun kotanya kecil, menurut literatur ternyata adalah kota terkaya di semua Swiss canton karena mempunyai rate pajak yang terendah sehingga banyak perusahaan membuat headquarter di sini. Kota ini bisa dijelajah cukup jalan kaki karena kecil.

Begitu keluar dari stasiun, jalan kaki saya terus sekitar 500m hingga ke tepi danau Zug. Kita akan langsung mengagumi kota ini begitu keluar dari stasiun: tenang cenderung sunyi, dan sepi karena tidak banyak kendaraan lalu lalang. Sebuah kota impian untuk pensiun.

[

[

Seperti anjuran petugas kantor turisme, jangan lewatkan kesempatan makan Kirschtorte, khas setempat, yaitu cake yang terbuat dari kirsch. Rasanya cukup tajam, lebih tajam dari rum, namun kue nya lembut. Setelah beberapa gigitan badan akan mulai terasa hangat. Toko yang menjual ini cukup mudah ditemukan, terutama di pinggir danau. Sambil makan kue ini dan memandang danau Zug: priceless.

[

[

[

Dengan peta yang diperoleh, kita menyusuri pinggir danau ke arah kiri, ke daerah kota tua nya (Zuger Altstadt), ditandai dengan beberapa dinding dan tower, serta jalanan batu khas medieval.

Dalam 1 jam kita sudah bisa mengelilingi beberapa bangungan penting di sini, seperti Rathaus dengan patung Wolfgang Kolin hingga Gereja St Oswald.

[caption id="" align="alignnone" width="434" caption="Patung yang menggambarkan seorang istri memanggul suami yang pemabuk dalam keranjang di punggungnya."][

[

Puas menikmati 'kesunyian' kota ini, kita berjalan kembali ke stasiun kereta untuk melanjutkan perjalanan ke Luzern.