Taroko Gorge

Artikel ini lanjutan dari Roadtrip Chihpen ke Hualien.

Highlight dari pariwisata negara Taiwan, selain pemandangan alam Alishan dan Sun Moon Lake, yah tentu Taroko Gorge.

Jaraknya dari Hualien tempat saya menginap semalam tidaklah jauh, hanya perlu kurang 1 jam mengendarai mobil melewati Highway No 8. Rata-rata orang yang mau ke Taroko yah menginap di Hualien sehingga bisa jalan dan menikmati objek wisata ini dari pagi.

Taroko Gorge ini adalah bagian dari Taroko National Park, dimana bukit batu yang menjadi sumber tambang marmer dan jade. As usual untuk urusan batu-batuan, pictures don't justify, foto saya tidak terlalu bagus, keindahannya baru bisa dihargai setelah dilihat dengan mata sendiri.

Jalanan menembus bukit ini tergolong engineering achievement, jadinya lebar cukup sempit, kadang hanya one-way, ada yang dilapisi atasnya untuk menghindari longsor. Pokoknya menarik kalau kita bawa mobil atau sewa mobil/taxi.

Jalan ini kalau di map dinamakan Central Cross-Island Highway. Dibangun mulai 7 July 1959 atas ide Chiang Ching-Kuo, mantan president ROC.

Ada beberapa tempat perhentian yang tersedia, masing-masing menjadi objek wisata tersendiri.

Eternal Spring Shrine

Eternal Spring Shrine (長春祠 ) ibaratnya kuil perguruan silat seperti di film, sebenarnya hanya berupa sebuah kuil dan paviliun yang dibawahnya dilewati air terjun. Shrine ini dipakai untuk menghormati para pekerja yang gugur tertimpa longsor saat membangun jalanan cross-island highway menembus pegunungan ini.

Lokasi pemberhentian atau parkir mobil agak jauh, jadi kita akan jalan kaki menuju shrine ini. Dari situ kita bisa lanjut mendaki menyusuri tangga batu melihat gua-gua.

Tunnel of Nine Turns (九曲洞 Jiuqü Dong)

Kalau di Sumatera Barat ada daerah namanya Kelok Sembilan, maka versi Taiwannya juga ada jalanan berkelok ini di menembus Taroko National Park. Nah Tunnel of Nine Turns ini sekarang hanya menjadi jalan buat pejalan kaki sepanjang hampir 2km, karena sudah dibuatkan jalan alternatif buat mobil.

Memasuki area ini, kita akan diberi pinjaman helm (gratis) saat melewati pos. Helm ini senantiasa dipakai untuk mencegah bebatuan yang mungkin jatuh walaupun unlikely. Nanti helm dikembalikan ke beberapa pos yang ditentukan.

Sungguh pekerjaan yang berat dan rumit membuat terowongan yang panjang menembus dan melewati bukit, apalagi dibangun di jaman teknologi belum canggih.

Swallow Groto (燕子口)

Ada section yang seperti ngarai, adanya lorong yang dalam dan dindingnya ditempa oleh alur angin hingga membentuk motif. Inilah Green Canyon dari Taiwan. Di dinding ini pula menjadi sarangnya burung walet, terlihat dari lubang-lubang yang dibuat.

Lewat dari Taroko Gorge, tujuan saya adalah harus sampai Taipei sore ini. Apa daya ternyata rute Taroko - Taipei ini perlu lebih dari yang saya duga karena banyak kelokan naik turun bukit sehingga kecepatan mobil tidak bisa cepat. Juga ada beberapa kali berhenti istirahat sambil menikmati pemandangan.

Perjalanan menjadi lebih lambat karena saat di jalanan puncak bukit, kabut tebal menyelimuti area hingga jarak pandang sangat pendek.

Tiba di daerah Lishan, langit masih cerah walaupun sudah jam 5 sore. Istirahat dulu sejenak juga sambil melihat pemandangan yang cukup indah. Lishan adalah percabangan route 7 dan 8. Untuk menuju Ilan dan Taipei kita ambil route 7 yang jalurnya cukup lurus.

Selanjutnya saya cukup ngebut di route 7 ini, karena estimasi sampai Taipei menurut GPS bisa sampai jam 10 malam, juga hari mulai gelap sehingga tidak banyak pemandangan yang dilihat lagi.

Jiaoshi

Sekitar jam 9 malam baru tiba di kota Jiaoshi, ini masih sekitar 2 jam menuju Taipei. Kota ini cukup ramai walaupun sudah malam.

Berdasarkan petunjuk buku Lonely Planet, kota ini juga terkenal dengan hotspring peninggalan Jepang. Nah, berdasarkan rekomendasi saya coba ke public hotspring park (Tangweigui Gongyuan) yang dikelola oleh pemerintah lokal. Harga tiketnya tidak begitu mahal, kalau tidak salah sekitar 80-100 NT$. Menurut buku ini : "clothing is optional", juga permandian pria dan wanita dipisah. Ternyata mah di dalam pada bugil sambil berendam!. Baca lebih lanjut di sini.

To Taipei

Selesai mandi berendam air panas yang menyegarkan itu, langsung tancap gas lagi menuju Taipei. Kita melalui Hsuehshan Tunnel, bagian dari highway no 5. Tunnel ini adalah yang terpanjang di Taiwan, nomor 5 di dunia, memangkas perjalanan dari 2 jam tinggal 30 menit saja antara Taipei-Yilan, dengan panjang 12 km.

Akhirnya tiba di Taipei, tepatnya Shilin district sudah jam 11 lewat hahaha.. Yah sebelum check-in di Royal Season Hotel, kita mampir dulu di sini cari makan malam. See you tomorrow...

Next: Taipei

Cari Hotel Murah