Panduan Jalan ke Jepang

Javamilk Japan Series

Selamat datang di artikel utama Panduan Jalan ke Jepang!

Jepang adalah salah satu destinasi favorit liburan yang booming untuk turis Asia, termasuk orang Indonesia. Untuk itu kali ini Javamilk akan share serangkaian artikel yang bisa menjadi panduan Anda wisata ke Jepang tanpa pake tour.

Artikel akan dibuat dan di-publish seiring waktu, jadi pastikan Anda bookmark halaman utama ini.

Japan Destination

Planning Wisata ke Jepang

  • Bisa tidak jalan sendiri ke Jepang tanpa tour? Bisa banget.
  • Biaya hidup di Jepang mahal? Menurut saya makan dan hotel tidak terlalu (dibanding Singapore/HK).
  • Bagaimana dengan masalah bahasa? Selagi Anda sudah planning dan riset rute dan tiket, kita bisa mengurangi interaksi dengan penduduk lokal. Paling mentok adalah nanya tourist office yang ada di stasiun kereta, di mana mereka bisa bahasa Inggris.
  • Gimana dengan menu makan? Untuk restoran yang sudah modern biasa ada menu dalam bahasa Inggris, tapi untuk kedai kecil, kita bayar via mesin sambil tunjuk gambar. Untuk makanan halal perlu effort utk riset.
  • Bagaimana kalau tersesat? Pakai GPS dan Nokia/Google Maps.

Pertama yang harus ditentukan adalah jumlah hari liburan ke Jepang. Ini penting karena menentukan jumlah kota yang bisa Anda tuju. Bagi yang baru mau pertama kali, saya sarankan spend minimal 10 hari. Itu pun 4-5 hari di Tokyo baru 'berasa' puas.

Rute jalan tidak perlu terlalu dipikirkan karena rail network di Jepang sangat ekstensif. Bayangkan Osaka-Tokyo dapat ditempuh dalam 3 jam. Yang jauh cuma kalau mau ke Sapporo (pakai pesawat atau Shinkansen juga bisa).

Contoh Itinerary Wisata ke Jepang

Oke atas permintaan pelanggan, saya tulis contoh itinerary seperti yang saya lakukan. 12 hari jalan, berangkat dari Jakarta menggunakan AirAsia X via Kuala Lumpur. Pesawat saya beli Jakarta-Haneda dan pulangnya Osaka Kansai-Jakarta.

5 malam pertama menginap di Tokyo (ini pun belum cukup ya sebenarnya), lalu naik kereta ke Hakone untuk melihat Gunung Fuji, menginap semalam di Hakone ini. Lanjut naik kereta menuju Kyoto untuk 2 malam, dan 2 malam lagi menginap di Osaka sebelum terbang kembali ke Jakarta. Kota-kota yang disinggahi beserta tempat wisata tinggal Anda baca dan ikuti artikel ini.

Jika Anda sudah terlanjur beli tiket pp Jakarta-Tokyo (Haneda/Narita), maka tinggal beli tiket kereta shinkansen balik dari Osaka ke Tokyo Narita/Haneda di hari terakhir, tanpa perlu menginap lagi di Tokyo.

Kinkakuji Temple, Kyoto

Tiket ke Jepang

Ada beberapa maskapai yang bisa kita pakai untuk wisata ke Jepang dengan harga hemat. Tapi ingat, tiket pesawat hanya komponen kecil dari biaya liburan, jadi tidak ada salahnya Anda naik pesawat full-service kalau harga gak beda jauh.

Untuk direct flight dari Jakarta yang pasti lebih mahal kita punya pilihan :

Keuntungan direct flight tentu penerbangan yang lebih singkat dan pelayanan prima. Makan dan minum sudah tidak menjadi masalah deh :) Cuma yang direct gini harga tiketnya bisa sekitar USD 700-900. Update Saya coba cari Garuda utk penerbangan pp Jakarta-Haneda di 2016 tiket promonya adalah Rp 6.000.000.

Sedangkan untuk tiket murah dari budget airlines (LCC), kita bisa coba:

  • Jetstar, perlu 2 transit yaitu Singapore dan Taipei sebelum tiba di Osaka.
  • AirAsia X, penerbangan LCC tapi pakai pesawat wide-body, makanya bisa direct Kuala Lumpur ke Jepang. Ada 4 bandara yang dituju: Tokyo Haneda, Tokyo Narita, Nagoya, dan Osaka.

Menurut saya pilih saja mana yang lebih murah, karena jarak Osaka-Tokyo hanya sekitar 3 jam dengan Shinkansen, dan kalau punya Japan Rail Pass urusan transport bisa dibilang sudah beres.

  • Tiger Airways, transit Singapore dan Taipei menuju Tokyo Narita.

Untuk budget airlines, Anda tidak harus beli pulang pergi ke bandara yang sama. Gunakan metode ala open-jaw, jadi misalkan pergi Jakarta-Tokyo, pulangnya Osaka-Jakarta. Juga tidak harus airlines yang sama, tergantung promo dan harga lah!

Anda perlu riset jika tiba menjelang tengah malam di Tokyo atau Osaka kalau pakai AirAsia. Jika penerbangan Anda ada delay, bisa jadi harus naik taksi untuk menuju pusat kota/hotel. Subway/kereta hanya beroperasi hingga tengah malam.

Hotel di Jepang

Penginapan memang kadang menjadi biaya yang besar. Tapi kalau Anda pernah survive tinggal di Singapore yang mahal, saya pikir tidak akan kaget ke Jepang.

Hotel di Osaka cenderung lebih murah dan kamarnya luas dibanding Tokyo. Sedangkan Kyoto harga hotelnya seasonal karena ini tempat wisata favorit baik orang lokal maupun turis.

Hotel di Jepang mengadopsi model single. Jumlah orang akan menentukan harga hotel. Juga single bed room (ukuran ranjang 120cm) akan lebih murah dibanding ukuran ranjang 140 atau 160. Dan pastikan Anda melihat detil ukuran ranjang, tidur berdua di ranjang 120cm bisa jadi encok ;)

Untuk Tokyo, hotel budget yang bagus mulai dari sekitar ¥7000 untuk single bed, dengan luas kamar sekitar 7-8m2.

Budget hotel chain yang bisa Anda coba cari adalah MyStays, Daiwa Roynet, Toyoko-Inn.

Kalau tidak mau repot, pakai search engine dari Agoda.com. Tinggal pilih kota dan tanggal, lalu kita bisa filter by lokasi dan bintang hotel.

Nanti akan saya bahas lebih detil mengenai memilih lokasi hotel di artikel masing-masing kota.

Penginapan model Airbnb juga sangat populer dan banyak tersedia di Jepang. Penginapan ini biasa berupa apartemen orang yang disewakan. Ada yang hanya menyewakan kamar kosong, tapi lebih asyik dan kebanyakan menyewakan satu unit apartemen kosong mereka ( berupa 1 kamar studio atau unit 2 kamar). Kelebihannya adalah tersedia mesin cuci dan dapur untuk masak, juga sebagian host meminjamkan portable wifi router secara gratis. Tarif kamar mulai sekitar $50 per malam.

Gunakan kode ATJIA3 bagi pengguna baru Airbnb untuk mendapatkan kupon kredit $20. Registasi di website Airbnb ini.

Internet di Jepang

Jaman sekarang kalau wisata tapi gak punya Internet berasa gimana gitu. Tenang, kalau masalah Internet dan wifi di Jepang, banyak tempat penyewaan wifi portable. Paling mudah adalah cari saat tiba di Narita atau Haneda Airport.

Kalau mau aman juga bisa pesan lewat Internet, misalkan Javamify, pocket wifi akan dikirim ke alamat di Indonesia sebelum kita berangkat. Atau provider mifi di Jepang seperti eConnect, minta dikirim ke hotel atau pickup di airport pada hari yang kita tentukan. Harga untuk speed yang standard (sudah kencang menurut standard Indo) adalah sekitar ¥500 per hari, semakin lama sewa semakin murah.

Global SIM Card

Ada juga yang model simcard prepaid, bahkan ada yang bisa dikirim ke rumah kita di Indonesia sebelum kita berangkat. Anda bisa cek di website Java-sim.com, harganya Rp 350,000 utk unlimited 8 hari pemakaian 4G.

Ada kupon diskon Rp 25,000 jika anda pakai kode kupon "javamilk" saat checkout di Java-sim.

Kalau berharap wifi gratis? Ada juga walaupun perlu sedikit effort. Download iOS/Android app yang namanya Navitime (Japan Travel), lalu di dalam ada menu untuk sign-up free wifi dari NTT Japan dan FREESPOT. Wifi NTT bertebaran di kota besar, terutama di dalam stasiun subway.

Budget

Ngomong masalah duit menurut saya cukup sulit. Tiap orang punya gaya hidup sendiri-sendiri. Jadi jangan tanya saya yah :)

Pastikan aja Anda hidup moderat, sekali makan kalau murah ala bento dan ramen adalah ¥400-500. Kalau mau sushi yah hitung piring dan warna-nya.

Transportasi sehari anggap saja ¥400-800, diluar kereta antar kota dan tiket tempat wisata. Selebihnya silakan dihitung sesuai jumlah hari.

Yang cukup mahal adalah jika kita beli tiket Shinkansen baik point-to-point (misalkan ¥13000 satu arah Tokyo-Osaka) atau beli JR Rail Pass sekalian (¥27000 untuk 7 hari). Nanti saya bahas mengenai ini di halaman tersendiri.

Apakah bisa wisata hemat ke Jepang? Bisa! makan dan hotel menurut saya tidaklah luar biasa mahal. Dibanding Singapore atau Hong Kong, hotel di Jepang cenderung lebih murah (di luar peak season seperti awal musim sakura dan musim gugur).

Silakan refer ke artikel untuk menghitung budget wisata hemat ke Jepang untuk estimasi dan breakdown pengeluaran.

Transportasi

Setiap kota besar (Tokyo, Osaka, Kyoto, Nagoya, Osaka, Hokkaido, Hakodate, Kobe, dsb) sudah mempunyai jaringan transportasi dalam kota yang lengkap yang bisa dipakai turis. Biasa moda transportasi utama adalah kereta subway/mrt. Di Hakodate adanya street car (semacam tram).

Sedangkan antar kota kita akan banyak memakai kereta cepat hingga Shinkansen. Silakan refer ke artikel saya transportasi antar kota di Jepang, di situ dijelaskan lengkap termasuk Japan Rail Pass.

Hokkaido Shinkansen

Untuk rute jarak jauh misalkan Tokyo ke Sapporo atau ke Okinawa disarankan untuk membeli tiket pesawat. Pesawat domestik Air Nippon Airways (ANA) dan Japan Airlines (JAL) mempunyai tarif khusus bagi turis ¥10800 flat rate untuk rute domestik Jepang ke mana pun. Baca penjelasan dan syaratnya di website ANA Experience Japan Fare dan JAL Yokoso Japan Fare.

Pesawat Low Cost Carrier domestik juga cukup banyak di Jepang, tapi yang bisa kita booking online adalah Jetstar Japan, Skymark Air, dan Peach Air. Rata-rata tarifnya berkisar ¥3000 (contohnya Tokyo-Okinawa) hingga ¥8000 (Tokyo-Sapporo) satu arah. Untuk LCC masing-masing punya syarat yang sangat ketat terutama di timbangan bagasi dan jumlah piece, pastikan Anda baca dengan detil sebelum beli.

Ready...

Akihabara at Night

Silakan lanjut ke artikel khusus tempat wisata di Tokyo.

Cari Hotel Murah