Macau (day #7)

Javamilk Travel
HK

Prev: Day 6 : Macau

Daftar Perjalanan Hari Ini:

  • Senado Square
  • St. Paul Church Ruin
  • Macau Museum
  • Venetian Hotel & Resort

Tersisa satu hari terakhir di Macau, praktis sebenarnya belum semua tempat wisata kami singgah, jadi harus pilih yang paling penting menurut kami.

Senado Square

Pertama, mengunjungi reruntuhan St. Paul Church. Tidak lengkap mengunjungi Macau jika tidak datang ke tempat ini. Untuk menuju ke lokasi ini, kita harus ke Senado Square, tempat yang kami kunjungi semalam.

Memang Anda harus datang ke Senado Square dalam 2 setting yang berbeda: di malam hari yang penuh lampu romantis serta di pagi hari di mana mendapatkan foto yang lengkap. Batu pedestrian di sini menjadi jelas dan indah jika dilihat di siang hari.

Senado Square Macau

Senado Square Macau
Night

Tiba di Senado Square jalan terus ke dalam, ikuti keramaian dengan berjalan kaki hingga jalannya semakin menanjak. Di kanan kiri berjejer toko yang menjual makanan khas Macau : Portuguese eggtart, souvernir, hingga makanan kecil. Di ujung jalan, kita akan menemukan puluhan anak tangga yang menanjak di mana reruntuhan gereja St Paul terdapat di atas.

St Paul Church

Namanya saja reruntuhan, jadi Anda tidak akan menemukan bangunan yang berarti. Yang berdiri kokoh tinggal facade / tembok depan gedung, sedangkan bagian dalamnya kini hanya berupa lapangan kosong dengan beberapa makam para pastor dan orang terpandang di zamannya. Di bagian belakang terdapat gedung tambahan yang memajang tulang-belulang hasil excavation. Walaupun cuma begini, jangan heran tempat ini ramai dikunjungi wisatawan.

Di sebelah kanan reruntuhan terdapat Macau Museum. Dulunya berfungsi sebagai benteng karena letaknya yang tinggi, kini menjadi museum. Saya tidak terlalu berminat memasuki museum ini (bayar lagi), atraksi yang lebih menarik terdapat di atap museum. Ikuti eskalator yang ada di depan museum, kita bisa naik ke atap. Opsi lain adalah jalan santai memutari benteng, rute akan perlahan menanjak hingga atap. Atap yang cukup luas ini selain terdapat beberapa meriam bekas jaman perang, juga menyajikan pemandangan yang indah: pemandangan kota Macau. Kita bisa melihat ke seluruh penjuru semenanjung Macau, termasuk gedung Grand Lisboa Hotel terlihat jelas dari sini.

Macau
Fort

Puas foto-foto, kami jalan turun kembali menuju Senado Square. Jika kaki masih kuat, ikuti jalan kecil di sisi kiri tangga naik St Paul. Tidak jauh dari sini ada Nacha Temple. Dibangun tahun 1888 bersebelahan dengan gereta St Paul menunjukkan keharmonisan kedua aliran agama ini.

Nacha
Temple

Haus? Singgah sebentar di sebuah restoran yang terletak persis di samping Senado Square dekat jalan raya. Di kaca depan restoran ditempel gambar sapi, jadi tidak mungkin salah cari. Menu utama mereka cuma 2: susu segar dan kembang tahu. Harganya tidak begitu mahal, dan susunya rasanya memang enak. Bisa dicampur dengan rasa lain, misalkan susu dicampur strawberry, pisang, kelapa, dll.

Venetian Hotel

Selesai dari sini, kami akan menuju Venetian Hotel & Resort. Bukan untuk menginap, tetapi menjajal mall terbesar, casino terluas di dunia, serta design interiornya yang luar biasa dengan membuat replika kanal Venice serta gondola.

Bagaimana cara menuju Venetian Hotel dengan gratis? Cara termudah bagi Anda semua adalah menumpang shuttle hotel tempat Anda menginap dan menuju Ferry Terminal. Nanti tiba di depan terminal Ferry terdapat shuttle bus hotel Venetian yang tidak henti-hentinya lewat. Jangan takut walaupun kita bukan tamu hotelnya, kita boleh menumpang shuttle bus tersebut dengan gratis.

Lobby Hotel Venetian
Macau

Venetian Hotel & Resort adalah salah satu kompleks hotel terbesar di dunia, dengan jumlah kamar yang mencapai ribuan hanya dapat ditandingi oleh Genting Hotel & Resort di Malaysia. Dibangun untuk meniru design kota Venice di Italia, terdapat tower yang menjadi ciri khas, kanal serta gondola, dan di kanan kiri kanal buatan ini terdapat ratusan toko yang menjual barang layaknya sebuah mall.

Di lobby hotel kita langsung disambut oleh patung singa yang menjadi ciri khas St. Mark Square di Venice. Langit-langit hotel ini dihiasi dengan ornamen yang luar biasa indah (untuk ukuran sebuah hotel di Asia). Benar-benar berasa di Eropa, minus cuaca. Pengerjaan detil di dalam hotel ini begitu luar biasa, semua ornamen berkualitas tertinggi, dengan sorotan lampu kuning yang memberi kesan mewah. Nama-nama tempat juga dinamakan layaknya di Venice.

Tidak ada peta yang disediakan, jadi modal perjalanan di dalam gedung yang begitu luas adalah papan petunjuk jalan. Ikuti saja koridor hingga mulai menemukan kanal air, itulah Grand Canal District. Nah, mulai dari sini acara shopping dimulai (walaupun tidak ada yang ingin dibeli). Kita bisa naik gondola dari mana saja. Dengan biaya sekitar MOP 100, kita bisa naik gondola sekitar 20 menit menyusuri kanal buatan tersebut. Gondola yang dikemudikan oleh gondolier yang berpakaian putih hitam sengaja direkruit dari pekerja dunia barat, bukan penduduk lokal, untuk memberikan suasana semirip mungkin dengan gondola di Venice.

Venetian Macau - Gondola,
Canal, dan bangunan ala
Venesia

Jangan lupa juga menuju kawasan yang dinamakan St. Mark Square. Di jam tertentu terdapat pertunjukan musik atau nyanyian tradisional Italia, juga sepertinya penyanyi didatangkan dari Eropa.

Casino Venetian saat ini menjadi casino terbesar di dunia, mengalahkan Las Vegas. Dengan meja judi yang mencapai ratusan, mesin jackpot juga sangat banyak, kita bahkan bisa tersesat di hall ini. Jika Anda ingin mencoba main di sini, pakaian harus rapi dan formal, setidaknya pakai celana panjang dan sepatu.

Setidaknya perlu 2-3 jam untuk menjelajah tempat ini, dan kami kembali ke
Holiday Inn Macau untuk mengambil koper. Sekali lagi gunakan transportasi gratis: naik shuttle bus Venetian ke Ferry Terminal, dilanjutkan shuttle bus hotel sendiri. Ambil koper di hotel, kembali ke Ferry Terminal. Dari sini baru naik taksi menuju airport; jadi kita menghemat banyak uang transportasi.

Tips: Kalau malam masih ada waktu, bisa coba jalan ke Hotel Wynn Macau, setiap malam ada atraksi air mancur dengan musik mirip seperti di Las Vegas.

Macau International Airport (MFM) adalah bandara yang lumayan besar walaupun fasilitasnya tidak banyak. Check-in di counter Viva Macau tanpa masalah (banyak TKW juga ternyata naik Viva Macau, seperti biasa bagasi mereka "kelebihan muatan"), lewat imigrasi tanpa masalah, dan masuk ke dalam ruang tunggu. Dilengkapi free wifi, kita bisa betah duduk menunggu panggilan boarding. Selain itu terdapat beberapa toko yang menjual barang duty free seperti parfum, coklat, dan rokok.

Akhirnya Viva Macau kami boarding menuju ke Cengkareng Jakarta.

Okay sampai disini Panduan Jalan Hemat Hong Kong & Macau saya, nantikan artikel Panduan Jalan Hemat lainnya!

Klook.com

Cari Hotel Murah