Nara

Setelah sebelumnya mengunjungi Fushimi Inari Shrine, lanjut dengan JR Nara Line menuju kota Nara.

Kereta ke Nara

Sebenarnya tidak masuk itinerary utama saya karena tidak bisa memperkirakan waktu yang dihabiskan waktu di Kyoto dan Inari. Tetapi sepertinya masih cukup waktu maka lanjutlah saya naik kereta JR dari Inari kembali ke Kyoto station untuk sambung kereta jenis Rapid ke Nara.

JR Nara Train

Jika Anda datang langsung dari Kyoto sebenarnya ada pilihan rapid train, waktu tempuh 45 menit ¥750. Sedangkan jika datang dari JR Osaka station, bisa pakai JR Yamatoji Rapid Service 50 menit, ¥800 satu arah.

Ingat ya jika Anda punya JR Rail Pass, semua rute dengan kereta JR ini fully covered.

Jika Anda punya Kintetsu Pass atau mau naik kereta Kintetsu dari Kyoto atau Osaka, Nara dilalui oleh Kintetsu Nara Line, dan punya stasiun sendiri Kintetsu Nara Station.

Tiba di Nara station sudah jam 4 sore, tanpa riset jadi saya menuju Tourist Office yang ada di stasiun. Petugas (ibu-ibu) yang ramah dan bisa Inggris langsung lihat jam tangan begitu saya tanya transport ke Todaiji Temple. Menurut beliau jam 5 sudah tutup, jadi bisa jadi saya tidak keburu. Tapi dia bilang coba aja sambil memberikan peta dan nomor bus yang harus saya naiki.

Nara city

Kota Nara pada tahun 710-784 pernah menjadi ibukota Jepang, menjadikan kota ini mempunyai jejak sejarah dan bangunan yang berusia ratusan tahun tetap terpelihara.

Kotanya tidak sempat saya eksplore karena terbatasnya waktu, jadi hanya datang langsung ke Todaiji Temple. Mestinya kalau ada waktu Anda patut juga mengunjungi Heijo Palace Site (sisa reruntuhan istana dari tahun 700) dan Yakushiji Temple.

Rute bus loop line nomor 1 (counter clockwise) dan nomor 2 (clockwise) menjadi modal kita untuk keliling Nara dan mengunjungi Todaiji Temple dari halte depan JR Nara station.

City Bus Loop Line nomor 1

Todaiji Temple

Sebelum tiba di kompleks Todaiji, bersebelahan dengan Nara Park, kita akan menyusuri taman luas yang penuh dengan hewat rusa yang bebas berkeliaran. Jika bisa memberi makan snack (Shika Senbei, dijual khusus) kepada rusa ini.

Deer Cracker

Temple ini adalah salah satu yang paling terkenal di Jepang, World Heritage Site, dan menjadi icon kota Nara. Todaiji (東大寺, Tōdaiji, "Great Eastern Temple") umurnya sudah dari dibangun tahun 795 tapi habis dilalap api tahun 1180 dan 1567. Bangunan sekarang adalah dari abad 17 dan lebih kecil 33% daripada awalnya. Tiket masuk ¥500.

Tiket Masuk

Todaiji Temple

Daibutsuden (Big Buddha Hall) terlihat biasa saja di foto, tapi jika Anda datang langsung akan sedikit terngaga melihat ukuran gedungnya. Tinggi bangunan gedung mencapai 50 meter. Kalau mau foto mesti ambil jarak puluhan meter baru bisa dapat keseluruhan bangunan.

Di dalamnya terdapat patung Buddha terbuat dari bronze berlapis emas, posisi duduk setinggi 20 meter. Bayangkan saja telinga Buddha ini 2,5 meter.

Vairocana Buddha

Selain itu juga terdapat statue dewa lain yang tidak kalah bagusnya. Sepertinya terbuat dari ukiran kayu. Juga ada model maket 1/50 Buddha Hall ini yang dibuat sesuai bentuk tahun 700, 1100an, dan yang sekarang.

Kuomoku

Todaiji Model

Cuma sebentar saya berada di dalam main hall ini karena jam 5 sudah diusir-usir keluar oleh petugas. Setelah melintasi taman dan melihat rusa-rusa, dengan bus saya kembali ke JR Nara station untuk kembali ke Kyoto. Overall saya sangat recommend untuk memasukkan Nara ke dalam itinerary Anda.

Cari Hotel Murah