Kyoto

Javamilk Japan Series

Setelah menikmati duduk hampir 3 jam di dalam Shinkansen dari Odawara (perjalanan saya ke Gunung Fuji dan Hakone) akhirnya tiba di Kyoto city, kota yang pernah menjadi ibukota Jepang.

Jika bayangan kita di foto-foto ibaratnya Kyoto adalah kota yang tradisional Jepang, bayangan itu langsung sirna begitu tiba di stasiun kereta Kyoto. Bangunan stasiun ini tidak bedanya dengan di Tokyo: modern dan besar, terminus dari subway sekaligus shinkansen, juga terintegrasi dengan terminal bus kota. Keluar dari stasiun juga tidak ada tanda-tanda kota ini bisa digolongkan tradisional. Kyoto juga kota modern, jalanannya lebar-lebar, dan tentu ramai.

Persis di depan stasiun bahkan terdapat Kyoto Tower yang terlihat menjulang sendiri di antara bangunan lain di kota Kyoto.

Kyoto Tower

Kyoto Station, dengan sambungan ke Inari dan Nara

Karena saya menginap di ANA Crowne Plaza Hotel, tersedia shuttle bus gratis dari stasiun Kyoto ke hotel, lumayan menghemat ongkos transport selama 2 malam di sini. Terlebih hotel ini berada persis di seberang Nijo Castle, menjadi salah satu nilai plus.

Itinerary di Kyoto

Kyoto bisa menjadi base Anda tinggal jika tidak ingin tinggal di Osaka. Jarak kedua kota ini hanya sekitar 23 menit menggunakan kereta shinkansen (dicover oleh Japan RailPass jika Anda punya). Bisa pula naik kereta langsung ke Osaka Kansai Airport (KIX) dari Kyoto. Selain itu Kyoto juga dekat dengan beberapa kota kecil yang menjadi tempat wisata seperti Nara dan Inari.

Untuk menikmati, kita perlu minimal 3 hari baru bisa mengunjungi tempat-tempat wisat yang wajib di Kyoto. Di sini saya rangkum dalam satu halaman, namun sebenarnya saya lakukan dalam 3 hari (termasuk Nara).

Transportasi di Kyoto

Untuk keliling wisata di kota Kyoto terdapat 2 moda transportasi yang bisa kita pakai: kereta subway dan bus.

Jika punya IC Cards (Pasmo/Suica/ICOCA) Anda bisa pakai di bus atau subway Kyoto.

Subway

Jalur subway hanya ada 2 line: Karasuma Line (arah utara-selatan) dan Tozai Line (arah timur-barat). Mostly menjangkau daerah downtown dan tidak terlalu berguna untuk wisatawan.

Tersedia one-day pass untuk kereta (¥600). Kalau perjalanan Anda lebih dari 2 trip, sebaiknya beli pass ini di counter station.

Bus

Bus kota ditandai dengan papan nomor berwarna Orange. Selain warna Orange berarti itu bus swasta yang schedulenya lebih jarang. Karena jalur subway cuma ada 2 dan tidak mencakup semua wilayah, mostly kita harus bergantung pada bus kota kalau mengunjungi temple atau tempat wisata. Untuk nomor bus dari mana ke mana, saya pakai Google Maps.

Cara naik bus seperti di Tokyo, jadi kita masuk dari pintu tengah, ambil tiket. Lalu saat mau turun kita bayar ke sopir, umumnya adalah flat fare ¥230.

Tersedia one-day pass untuk bus kota (¥500). Cara beli bus one-day pass ini adalah cukup naik bus kota (dari pintu tengah) lalu kita beli dari driver/sopir bus. Nanti kartu ini akan di-validasi/print tanggal di belakang kartu plastik. Trip berikutnya tinggal tunjukkan kartu ini ke driver bus.

Membeli day-pass tetap solusi termurah kalau melibatkan banyak trip dalam sehari.

Gion

Setelah urusan checkin hotel dan koper saya beres, hari sudah gelap sekitar jam 6 sore. Destinasi pertama adalah ke Gion sekaligus cari makan malam.

Tidak jauh dari Gion-Shijo station, ketemu restoran kecil bernama Issen Yoshoku, yang menjual Okonomiyaki ala Kyoto. Makanannya cukup oke, dekorasi meja makannya lebih creepy. Kita ditemani makan oleh boneka manekin wanita berpakaikan kimono, serta hiasan-hiasan dinding yang 'menarik'.

Okonomiyaki ala Kyoto

Gion adalah district yang terkenal dengan geisha dan maiko. Btw ini profesi yang halal dan terhormat yah di Kyoto, beda jauh dengan yg digambarkan di film Hollywood.

Para geiko dan maiko ini bekerja di tea-house atau restoran yang kebanyakan berkumpul di jalan Hanami-koji, menemani tamu makan ala Keiseiki yang pasti harga per orangnya bisa satu juta rupiah. Penanda restoran yang ada geisha ini adalah adanya lampion merah di depan pintu masuk. Kata orang kita perlu keberuntungan ekstra kalau mau bisa ketemu geisha lagi jalan di sini.

Gion District

Shijo-Dori

Salah satu shopping street utama di Kyoto adalah di Shijo-Dori. Lokasinya hanya beberapa ratus meter ke arah timur dari Gion. Kita bisa langsung ke sini dengan subway (Shijo Karasuma station atau Gion Shijo).

Dagangan utama Kyoto tidak jauh dari kipas tradisional dan macha (green tea). Mau snack apa pun kayaknya selalu ada rasa macha: kitkat, permen, coklat, hingga es krim. Beberapa alley (lorong kecil ke arah utara) mempunyai toko yang menjual oleh-oleh ini, seperti Shinkyogoku dan Teramachi.

Shijo-Dori

Teramachi Shopping Alley

Kinkaku-Ji

Kinkaku-ji (Temple of Golden Pavilion) ini bisa dibilang salah satu dari yang must visit kalau datang ke Kyoto. Tempatnya cantik dan kalau di foto benar-benar indah.

Saya datang dari hotel ANA Crowne Plaza, jadi tinggal naik bus nomor 101 atau 12 sekitar 20 menit dari seberang hotel (halte depan Nijo Castle).

Istana Emas

Seolah terlihat bangunan ini sudah berdiri lama, tapi sebenarnya Zen Temple ini baru dibangun ulang sekitar tahun 1955, serta penambahan lapisan emas diselesaikan 1987.

Tiket masuk seharga ¥400 per orang, kita akan diberikan tiket dalam bentuk seperti kertas jimat :) Area ini cukup besar, jadi siapkan kaki untuk explore.

Jalanan dibuat satu arah, jadi kita tinggal ikuti keramaian. Bangunan pertama yang terlihat ya pavilion emas ini. Lalu kita akan menyusuri taman menuju tea garden, di mana bisa menikmati macha dan sekeping kue (bayar lagi) dalam seremoni sederhana ala Jepang.

Mari minum

Di belakang terdapat Fudo Hall tempat warga setempat memanjatkan permohonan.

Fudo Hall

Nijo Castle

Nijo Castle (二条城, Nijōjō) walaupun ibarat sebuah benteng, sebenarnya adalah tempat tinggal Shogun Tokugawa di jaman Edo.

Bangunan utama di sini adalah Ninomaru Palace, yang menjadi rumah Shogun. Sebenarnya adalah beberapa rumah yang saling terhubung menjadi satu. Di dalam kita tidak bisa mengambil foto, jadi ini eye experience saja. Terlebih kita harus menanggalkan sepatu untuk menyusuri isi bangunan ini. Yang menarik adalah lantai kayu di sini dibuat sedemikian sehingga bisa berderik jika diinjak, jadinya kalau ada penjahat si Shogun sudah siap waspada.

Nimomaru difoto dari sisi benteng

Area Nijo Castle ini sangat luas, terlebih karena design benteng, jadi dibuat 2 lapis dinding pertahanan, dan hanya ada satu gerbang masuk. Area taman sendiri sangat indah, jadi siapkan 3-4 jam untuk menikmatinya.

Japanese Garden yang indah

Ada satu tempat yang tidak sempat saya kunjungi yaitu Kiyomizudera Temple (清水寺), bakal jadi wish list saya di next trip.

Fushimi Inari & Nara

Jika berada di Kyoto atau Osaka, kita bisa melakukan daytrip ke Inari dan Nara. Perjalanan ke Fushimi Inari Shrine saya tulis di artikel terpisah:

Keduanya recommended untuk masuk ke dalam itinerary Anda.

Next Trip

Perjalanan saya setelah dari Kyoto adalah menuju Osaka. Langsung saja klik jika ingin baca itinerary dan tempat wisata di Osaka.

Cari Hotel Murah