Membuat Visa Jepang - Edisi 2020

Berencana ke Jepang? Jangan percaya dengan berita yang bilang ke Jepang bebas visa. Itu ibaratnya ada term and conditions :)

Bebas visa hanya berlaku bagi pemegang passport RI yang sudah ada informasi biometrik alias e-passport. Kalau Anda tidak merasa bikin passport mahal banget, berarti Anda cuma punya passport biasa. Secara visual bentuk e-passport akan terlihat ada chip di cover.

So bagi kebanyakan orang, harus mengajukan aplikasi permohonan visa untuk bisa masuk ke Jepang.

Secara prinsip dan persyaratan hampir sama seperti mengajukan visa ke negara lain.

Persyaratan Visa Jepang

Secara umum Anda perlu melengkapi:

  • Formulir Visa diisi lengkap
  • Foto latar putih ukuran 45x45mm atau 2"x2"
  • Surat keterangan kerja
  • Copy KTP KK
  • Bukti/Tiket pulang pergi
  • Jadwal perjalanan selama di Jepang (form disediakan)
  • Copy tabungan 3 bulan terakhir
  • Bawa visa fee, dibayar dalam rupiah sekitar ¥3000 untuk single visit. Plus biaya VFS (sekitar 165rb). Angka pastinya ada di web kedutaan.
  • Mengisi itinerary perjalanan (Download formnya)

Persyaratan lengkap dan formulir bisa di-download dari website kedutaan.

Jadwal Interview

Setelah dokumen lengkap lalu tinggal datang ke Kedutaan Besar Jepang di Jalan MH Thamrin, tepat di sebelah EX/Plaza Indonesia. Sebaiknya datang pagi-pagi dari jam 7.

Mulai 15 September 2017 pengajuan Visa Jepang dilayani oleh VFS Global, sama seperti mengurus visa Eropa, Australia, dll. Japan Visa Application Centre (JVAC) ini terletak di Lotte Shopping Avenue 4F, Unit No.33, pengajuan di jam 09.00 – 17.00. Dengan melalui VFS ini otomatis akan ada biaya tambahan yang belum diumumkan besarannya. Ingat ya VFS Jepang lokasinya beda dengan yang di VFS Kuningan City.

Sebenarnya bisa diwakilkan atau Anda bisa bayar agent untuk urusan ini, tapi menurut saya tidak ada yang sulit saat datang kecuali duduk menunggu nomor antrian. Lebih susah ngurus KTP di kelurahan deh.

Tergantung apakah Anda apply di musim liburan, expect untuk antrian bisa 1 jam lebih. Saat nomor Anda dipanggil biasa hanya akan dicek kelengkapan dokumen. Kalaupun ditanya cuma pertanyaan basi hehehe.

Jika semua lengkap, maka Anda akan diminta bayar visa fee. Biaya Visa Jepang sekitar 300rb. Terakhir akan diberikan receipt/bukti bayar sekaligus untuk bukti pengambilan passport. Oh ya, passport siap diambil dalam 4 hari kerja.

Cepat dan gampang kan?

Bagi yang berdomisili di wilayah yurisdiksi Konsulat Jenderal Surabaya, Medan, Denpasar dan Kantor Konsuler Makassar, pengajuan tetap dilakukan di kantor konsuler masing-masing.

Visa Waiver Jepang

Jika Anda memiliki e-Passport Indonesia (passport yang ada chip), maka sebenarnya tidak perlu apply visa Jepang. Yang dilakukan adalah melakukan 'registrasi' pertama kali di kedutaan Jepang. Proses yang namanya 'visa waiver' ini sifatnya gratis, sangat cepat dan simple. Tidak perlu bawa dokumen persyaratan di atas. Cukup bawa passport asli, lalu isi formulir di sana, serahkan ke petugas. Proses registrasi ini tidak perlu biaya, dan 2 hari juga passport sudah selesai dan bisa diambil. Nantinya epassport yang sudah di-registrasi, bisa masuk ke Jepang berkali-kali selama periode 3 tahun, tapi tiap kali visit dibatasi 15 hari.

Visa waiver Jepang diajukan di kedutaan Jepang di Thamrin (gratis) tapi kalau mau ke JVAC VFS Global di Lotte Shopping Avenue juga bisa (ada VFS Fee 120rb).

Tetapi bagi yang memakai visa waiver Jepang, perlu diingatkan Anda harus bawa semua print-out tiket pesawat dan hotel booking saat berangkat, karena bisa sewaktu-waktu diminta oleh petugas imigrasi saat tiba di bandara Narita/Haneda/Kansai, jika tidak bisa menunjukkan kertas print-out ini bisa beresiko tidak boleh masuk ke Jepang dan dipaksa pulang. Jadi ingat yah, mesti di-print, jangan hanya berupa email/simpan di dalam handphone.

Klook.com
Airbnb

Follow @javamilk

Komentar

Panduan Wisata

Cari Artikel Lama