Tokyo #3 - Tsukiji, Ginza, Asakusa, Sky Tree

Javamilk Japan Series

Itinerary Day 2:

  • Tsukiji Fish Market
  • Ginza Shopping
  • Asakusa Temple
  • Akihabara
  • Tokyo Sky Tree

Tsukiji Fish Market

Sashimi Jepang itu identik dengan makanan berbahan ikan salmon dan ikan tuna, nah tempat pelelangan ikan terbesar (Business to Business) di Tokyo ada Tsukiji Market. Di sini setiap pagi terjadi transaksi jual beli ikan segar dalam bentuk lelang. Kita bisa mengikuti proses lelang ini jika mau datang pagi2 jam 5 karena tempat menonton terbatas. Kalau saya sih ogah dah :) ...

Cukup datang saja mulai jam 7-8 pagi, pokoknya jangan lewat dari jam 11-12 kalau gak mau lihat tulang ikan saja. Naiklah Tokyo Metro dan turun di Tsukijisijo Station.

Pasar ikan ini ada 2 bagian: inner market (tempat pelelangan dan pengepakan) dan outer market. Yang banyak pilihan ada di outer market. Tempat ini berupa beberapa blok lapak pedagang yang menjual ikan segar, sashimi restaurant, hingga pisau dan peralatan masak.

Tempat ini tergolong sangat ramai ala Mangga Dua, jadi kita cukup jalan perlahan menyusuri blok sambil mencari makanan yang bisa dimakan sambil jalan, atau makan duduk di restaurant sashimi/sushi.

Aneka Seafood bisa ditemui di Tsukiji Fish Market

Sepasang Oyster/tiram berukuran kepalan tangan didapat seharga ¥1000

Inner market sendiri cuma ada 2 baris restoran, tapi ini bagian yang paling terkenal. Ada Sushi-Dai, kedai dengan kapasitas sekitar 10 kursi saja, tapi yang antri puluhan orang. Setelah antri 20 menit tanpa ada pergerakan, akhirnya saya nyerah...

Ginza

Perjalanan dilanjutkan ke distrik Ginza, sebuah shopping district yang tergolong high end. Ada 4 stasiun yang mengelilingi Ginza: Yurakucho, Ginza-itchome, Ginza, dan Higashi-Ginza, tergantung Anda datang dari line apa.

Di jalan Ginza-4-chome kita bisa dapatkan chain terkenal seperti Mitsukoshi Department Store hingga Uniqlo Flagship store. Mau cari product Apple juga ada Apple Store Ginza. Cukup susuri beberapa blok jalan di area Ginza kita dapat menemukan semua yang kita beli, tergantung selera dan dompet.

Ginza

Ginza

Iseng saya masuk ke Muji (無印良品), yang kalau di Indo atau Singapore hanya jual barang terbatas, di Ginza ini guedee dan lengkap. Dari pernak-pernik rumah, perabot lemari hingga ranjang, restoran Muji juga ada.

Toko Muji bahkan ada jual kitchet set

Asakusa

Salah satu landmark Tokyo yang versi tradisional adalah Asakusa Senso-ji Temple, terutama gerbang masuknya. Menuju ke sini cukup naik metro Ginza Line atau Asakusa Line dan turun di stasiun Asakusa.

Asakusa

Gerbang penanda Asakusa Temple ini adalah Kaminarimon yang populer di foto buat selfie. Masuk gerbang ini kita perlu jalan lagi sekitar 300 meter, tapi tidak melelahkan karena sepanjang jalan (namanya Nakamise-Dori) adalah kios yang menjual cendera mata yang bagus dan lucu mulai dari kipas hingga kimono. Nah, di sini kesempatan untuk foto gadis-gadis Jepang yang mengenakan pakaian tradisional yang mau datang berdoa ke temple.

Kawaii

Asakusa Senso-ji Temple

Kompleks ini cukup besar, juga temple Buddhist tertua di Jepang. Jika ingin berdoa, kita beli membeli hio kecil, lalu ditancap di tempat hio, asapnya diusap-usap ke kepala :) Atau bisa juga coba cuci muka dari kolam air dengan centong kecil, mendatangkan keberuntungan lho.

Akihabara

Sore menjelang malam, sebelum ke SKYTREE, saya sempatkan mengunjungi Akihabara. Tentu Anda sudah lumayan familiar dengan nama ini. Ini adalah kawasan entertainment yang menjual segala macam mainan dan electronic.

Metro: Akihabara (Hibiya Line) atau JR Akihabara Station.

Toko yang cukup populer adalah Denki, LABI, LAOX, bisa 7 lantai isinya macam-macam. Dari gak pengen beli bisa sampai mau bayar kalau sudah di sini. Kita bisa cari komponen elektronik, aksesories smartphone, charger, memory card, hingga perkakas besar seperti LCD TV dan kulkas.

Tips: Lorong/alley di timur jalan Chuo-dori bisa jadi tempat mencari barang elektronik yang murah murah.

Kawasan Akihabara yang penuh hiburan

Akihabara dan foto di depan Skytree

Perut lapar juga waktunya makan malam, pas ketemu Go Curry! di sini. Banyak lho makanan yang bisa dicari di sini, cuma perlu seksama karena rata-rata terletak di lantai 2 ke atas, jadi jangan hanya terpaku pada toko yang menghadap jalan. Sempatkan pula masuk ke Maid Cafe / Maidreamin yang ada beberapa cabang, waiters memakai baju seperti maid di komik gitu deh. Cari yang cool seperti Gundam Cafe bahkan AKB48 cafe? Ada juga di sini.

Tokyo SKYTREE

Landmark baru di Tokyo yang sekarang lebih populer mengalahkan Tokyo Tower adalah Tokyo SKYTREE. Fungsi utamanya adalah untuk antena televisi, bawahnya adalah shopping centre, lebih bawahnya adalah stasiun metro Skytree/Oshiage (Asakusa dan Hanzomon Line). Tingginya 634 meter, dan ada dua level observatori yang bisa kita datangi, di 350 meter dan di 450 meter (lebih mahal) yang menjadi lantai observatori tertinggi di Jepang.

Tiket Skytree untuk observatori 350 meter adalah ¥2060 (tahun 2015), jika ingin naik lebih tinggi lagi kita harus beli tiket tambahan sebesar ¥1030. Karena saya datang sudah cukup malam, sudah tidak ada antrian beli tiket lagi (mungkin juga lagi low-season). Tinggal beli tiket di podium lantai 4, lalu naik lift super cepat hingga ke lantai observatori.

View 360º langsung menyambut kita saat pintu lift terbuka, dibantu udara yang cerah bisa melihat segala penjuru kota Tokyo dengan jelas.

Tokyo Tower terlihat indah dari Skytree observatory

Javamilk sukses menaklukkan Tokyo Metro yang njelimet

Side story: hari ini cukup banyak jalan-jalan di Tokyo dan menggunakan metro, hingga hari ini sudah hampir semua line saya pakai kecuali loopline JR Yamanote.

Lanjut ke Tokyo Part 4 - Korakuen Park, Omotesando, Shinjuku.

Klook.com

Cari Hotel Murah