Tiket Kereta Shinkansen dan Japan Rail Pass

Javamilk Japan Series

Artikel ini adalah bagian dari Panduan Jalan ke Jepang.

Jalur Kereta

Secara umum kita bagi 2 jenis jalur kereta di Jepang: kereta biasa dan Shinkansen. Jalur kereta biasa ada yang dioperasikan perusahaan Japan Railways (JR) ada juga yang milik operator swasta. Walaupun kita bilang Shinkansen sebagai suatu jenis kereta, sebenarnya di Jepang dioperasikan oleh beberapa perusahaan yang berbeda tergantung jalurnya, lima yang paling utama:

  1. Tokaido Shinkansen (東海道新幹線), jalur paling penting dan padat, yang menghubungkan Tokyo dan Shin-Osaka (termasuk Nagoya dan Kyoto), dioperasikan oleh JR Central. Bayangkan aja jalur ini adalah jalur Tokyo ke arah Barat.
  2. Sanyō Shinkansen (山陽新幹線), sambungan dari Osaka ke Fukuoka (meliputi Kobe dan Hiroshima), dioperasikan oleh JR West.
  3. Tohoku Shinkansen, jalur Tokyo ke Utara hingga paling ujung pulau, dioperasikan JR East.
  4. Hokkaido Shinkansen, ini sambungan dari Tohoku Shinkansen, dibuka Maret 2016 yang menghubungkan Shin-Aomori dan Hakodate Hokuto melewati Seikan Tunnel bawah laut dengan kereta Shinkansen Hayabusa membuat jalur kereta ke Pulau Hokkaido semakin ringkas. Rencananya jalur shinkansen ini akan disambung hingga kota Sapporo.
  5. Hokuriku Shinkansen, jalur baru sejak 2015 menyambung Tokyo ke Kanazawa (semula cuma sampai Nagano). Jalur ini menjadi populer untuk turis yang ingin menjelajah Murodo Dam, Alpine Route, dan Shirakawa-Go village.

Shinkansen

Kereta Shinkansen N700

JR Hokkaido Shinkansen dengan H5 Rolling Stock

Ada 2-3 jenis keberangkatan Shinkansen sesuai dengan waktu tempuh (dan sebenarnya banyaknya stop yang dilakukan). Namanya beda-beda tergantung operator, ibaratnya Super Express, Express, dan All-stop. Untuk jalur Tokaido: yang paling ekspress dinamakan Nozomi yaitu paling sedikit berhentinya sehingga lebih cepat sampai. Di bawahnya adalah jenis Hikari, dan terakhir yang berhenti di semua stasiun adalah jenis Kodama. Sedangkan untuk jalur Hokuriku (Tokyo-Nagano-Kanazawa) dibedakan Kagayaki (paling cepat) dan Hakutaka, keduanya memakai jenis kereta yang sama yaitu E7 series.

Naik jenis Nozomi bisa mendapat tipe Shinkansen yang paling baru, yaitu N700 series kalau di jalur Tokaido, tapi tidak selalu, tergantung jadwal. Juga karena tidak banyak berhenti, Shinkansen ini bisa mencapai top speed 270-300km/jam, sedangkan kalau Kodama biasa hanya sekitar 200km/jam (karena sebentar-sebentar harus berhenti) dan pasti pakai kereta 700 series.

Misalnya untuk jalur Tokaido Shinkansen, antara Tokyo ke Osaka, Nozomi (total 2 jam 30 menit) hanya berhenti di Nagoya dan Kyoto, sedangkan kalau pakai kereta Hikari (3 jam 2 menit) ada tambahan berhenti Shizuoka dan Hamamatsu, dan kereta Kodama (4 jam 4 menit) berhenti di setiap stop/kota yang dilalui.

Bagaimana kita tahu mau naik kereta jenis apa? Gunakan website Jorudan atau Hyperdia. Cara pakai keduanya hampir sama. Pertama masukkan kota asal dan tujuan, lalu pilih tanggal dan jam keberangkatan/kedatangan yang diinginkan.

Nanti akan ditampilkan jadwal dan koneksi kereta yang perlu kita pilih berikut harga tiket kalau kita beli point-to-point.

Harga kereta Shinkansen ada dua komponen, yaitu tarif dasarnya (mau naik Nozomi atau Kodama sama saja) dan seat fee (ibaratnya booking nomor kursi). Kedua komponen ini pasti kita bayar, bedanya seat fee yang reserved dan non-reserved angkanya berbeda. Seat fee ini yang juga membedakan Nozomi dengan Hikari, tapi kalau kita pilih tidak reserve seat, maka seat fee angkanya akan sama. Kedua komponen ini kita bayar sekaligus saat beli lewat mesin tiket.

Jadi bisa saja kita beli tiket jenis Nozomi tanpa booking nomor kursi, yang harganya sama dengan Hikari. Untuk low season biasa gerbong non-reserved selalu ada tempat kosong, tapi kalau high season atau kita naik bukan di stasiun awal-awal keberangkatan, bisa jadi harus berdiri di dalam kereta.

Setiap rangkaian Shinkansen biasa selalu ada gerbong standard dan gerbong Green Car (ibaratnya first class). Papan di platform akan memberikan informasi lokasi Green Car dan gerbong reserved-seat. Jadi sebelum kereta tiba kita sudah harus siap-siap di gerbong yang kita inginkan. Di lantai platform ada petunjuk nomor gerbong di mana kereta akan persis berhenti, mantap kan! Jadi kita tinggal antri di sana. Ini penting kalau kita tidak punya reserved seat, jadi harus antri naik gerbong non-reserved.

Contoh informasi gerbong non-reserve kereta Kagayaki/Hakutaka

Kereta N700, perhatikan jalur antrian di lantai platform

Cara beli tiket Shinkansen

Kita tidak bisa pakai IC Card (Pasmo, Suica, Icoca, dll) untuk naik Shinkansen, jadi harus beli tiket khusus Shinkansen. Belinya adalah lewat mesin mesin Shinkansen yang ada di dekat gate masuk di dalam stasiun. Pastikan ada tulisan Shinkansen di atas mesin. Tersedia menu bahasa English di mesin, jadi jangan takut beli sendiri.

Mesin tiket Shinkansen

Sebelum beli ke mesinnya, sebaiknya Anda riset dulu pakai Jorudan atau Hyperdia seperti dijelaskan di atas, untuk mendapatkan jadwal persis kereta yang diinginkan, karena kalau Anda masih pilih2 bisa-bisa bikin antrian panjang di belakang Anda.

Pada prinsipnya urutan menunya adalah pilih bahasa, lalu tentukan stasiun tujuan dan tanggal jam keberangkatan, pilih Ordinary atau Green Car, mau seat reservation atau free-seating/non-reserved. Next adalah jumlah orang, terakhir baru bayar, bisa pakai kartu kredit atau cash.

Kalau bingung coba buka youtube karena banyak orang yang merekam cara beli tiket ini. Saran saya jangan beli lewat counter kalau Anda tidak punya jadwal dan nomor kereta pasti. Anggap semua staff JR yang ada itu buta English dan buta alphabet (sorry no hardfeeling*). Yang bisa bahasa Inggris cuma petugas di Tourist Office.

Tiket (tepatnya kertas karton) yang keluar dari mesin ini kita masukkan ke dalam slot tiket saat melewati tiket gate. Demikian juga saat nanti tiba di tujuan, pakai tiket ini untuk keluar dari gate.

Japan Rail Pass

Kebanyakan orang tahunya kalau mau ke Jepang yah harus beli JR Rail Pass (ジャパンレールパス japan rēru pasu) supaya bisa naik kereta Shinkansen sepuasnya. Tapi sebetulnya kita perlu tahu lebih dalam untuk mempertimbangkan apakah kita perlu beli rail pass ini. Nah orang tahunya itu Rail Pass yang total network yang dioperasikan JR Central, JR East, dan JR West. Padahal kalau cuma mainnya di Tokyo saja, atau Osaka saja, belum tentu perlu pass ini. Ada rail pass lain yang lebih spesifik misalkan JR Kansai Pass untuk Osaka area, dan JR East Pass kalau hanya mau main di Tohoku Line saja, bisa dibaca dan compare di website ini.

Bandingkan juga dengan tarif kereta point-to-point, karena Anda belum tentu memakan Shinkansen setiap hari.

Dengan Japan Rail Pass ini kita bisa naik Shinkansen kelas Hikari dan Kodama, sepuasnya (dengan reserve seat dulu), untuk periode waktu sesuai yang kita beli. Pemegang JR Rail Pass tidak boleh naik kereta jenis Nozomi (Tokaido line) dan Mizuho (Sanyo Line), bahkan untuk gerbong non-reserved sekali pun. Selain kereta Shinkansen, kita bisa juga naik kereta biasa selama dioperasikan oleh Japan Rail (JR East, JR West, JR Hokkaido), misalkan jalur Tokyo ke Nikko dan Hakodate Line dari Hakodate ke Sapporo.

Japan Rail Pass paling murah adalah ¥29,110 (sekitar 3 juta rupiah) per orang untuk validity 7 hari. Harga ini sudah termasuk seat reservation fee. Jadi sebelum naik kereta kita bisa reserve kursi lewat counter JR.

Sebagai perbandingan, jika kita beli tiket kereta point-to-point, harga tiket kereta shinkansen adalah sebagai berikut (tarif untuk unreserved seat, harga satu arah).

Rute Tarif
Tokyo-Osaka ¥13,620
Tokyo-Nagoya ¥10,360
Tokyo-Shin-Hakodate ¥22,690
Shin-Hakodate - Sapporo ¥8,310
Tokyo-Toyama ¥12,730

Jadi Japan Rail Pass baru balik modal kalau kita ambil rute Tokyo-Osaka pulang pergi dalam 7 hari. Kalau dipakai satu arah saja, beli tiket Tokyo-Osaka cuma ¥13,620 (+¥520 utk seat reservation).

Contoh tiket reserved-seat, ada nomor gerbong dan kursi

Jika berencana naik kereta ke Sapporo, Japan Rail Pass atau JR East South Hokkaido Pass adalah opsi yang terbaik.

Rail Pass Lain

Masih banyak Rail Pass lain yang lebih spesifik tergantung kebutuhan kita, dan harganya lebih murah dibanding Japan Rail Pass. Jadi saran saya Anda tentukan dulu rute dan itinerary, lalu tinggal cari Rail Pass yang cocok. Bisa juga tidak beli Rail Pass sama sekali, alias cukup beli tiket point-to-point jika dihitung2 lebih murah. Ada banyak sekali Rail Pass yang dijual, mulai JR East Pass, West Pass, Kanto Pass, Takayama Hokuriku, JR Hokkaido Pass, dan lainnya. Juga ada yang specific area seperti Hakone Free Pass dan Tateyama Kurobe Option Ticket.

Beberapa Rail Pass yang akan dijelaskan di sini adalah Kansai Wide Pass dan Hokuriku Arch Pass.

Hokuriku Arch Pass

Sejak dibukanya jalur Shinkansen baru di area Hokuriku, sekarang mulai dijual rute ini sebagai destinasi wisata baru. Jika dilihat di peta, Hokuriku adalah daerah di sebelah barat laut Tokyo, di atasnya Nagoya.

Dengan membeli Hokuriku Arch Pass seharga ¥24,000 untuk 7 hari, kita bisa naik shinkansen dari Tokyo hingga Kanazawa, plus kereta Thunderbird dari Kanazawa hingga Osaka/Kobe/Kyoto/Nara, termasuk jalur yang dicover Japan Rail Pass di Tokyo seperti kereta Narita Express (N'EX), Tokyo Monorail, JR Yamanote, plus juga Haruka Limited Express antara Osaka ke Kansai Airport.

Jadi bisa dibilang pass ini versi murahnya Japan Rail Pass, di mana tetap kita bisa wisata pulang pergi antara Tokyo-Osaka, walaupun lebih lama, dan bedanya tidak lewat Nagoya.

Kansai Wide Pass

Ini pass yang berlaku di area Kansai, meliputi Osaka, Kyoto, Kobe Nara, hingga rute ke Himeji, Okayama, dan Takamatsu. Dengan harga yang cukup murah yaitu ¥8500 berlaku 5 hari.

Beli Kansai Wide Pass ini jika Anda fokus main di daerah Osaka/Kyoto/Kobe selama 5 hari, seperti pulang pergi ke Kansai Airport (KIX) atau mau ke Kobe dan Himeji Castle.

Juga bisa dicombine dengan membeli tiket Tokyo-Osaka point-to-point, jadi bisa main di Tokyo selama yang Anda inginkan, lalu plus 5 hari di Kansai Area, baru pulang lewat Kansai Airport.

Cara Beli Rail Pass

Klook.com

Beli Japan Rail Pass bisa dilakukan secara online misalnya lewat Klook, lewat travel agent di Indonesia, yang pasti tidak bisa dibeli saat kita sudah tiba di Jepang. Beli online (via banner di atas) enaknya tidak kena credit card surcharge dibanding travel agent lokal. Kalau kita beli, akan diberikan semacam voucher yang nanti harus ditukar saat tiba di Jepang. Tempat penukarannya akan ditulis di voucher, pada umumnya adalah kantor JR di stasiun besar semua kota termasuk di Narita Airport dan Haneda Airport.

Ada Rail Pass yang bisa dibeli saat tiba di Jepang, seperti Kansai Wide Pass atau Hokkaido Pass, cuma biasanya lebih mahal 1000 Yen dibanding beli online sebelumnya.

Update Juli 2016, rencananya Japan Rail Pass juga akan bisa dibeli saat kita tiba di Jepang, jadi tidak harus sebelum tiba. Untuk tanggal pasti implementasinya, nanti akan diumumkan lebih lanjut.

JR office di stasiun

Cara pakai Rail Pass ini agak beda dengan kalau kita beli tiket kereta biasa. Jadi kita tidak bisa pakai automatic ticket gate untuk masuk ke platform, melainkan dengan menunjukkan tiket/pass ke petugas yang jaga (biasanya di pinggir kiri atau kanan gate), nanti dia yang membukakan pintu masuk :)

Oh ya satu lagi, tarif anak-anak (6-12 tahun) adalah setengah harga dari semua harga yang saya tulis di atas. Balita 1-6 tahun dianggap free, bisa untuk 2 balita, asalkan tidak duduk di kursi dan travelling bersama dengan dewasa/anak yang membayar.

Cara Naik Shinkansen Dengan Rail Pass

Stasiun Shinkansen walaupun biasa menjadi satu gedung dengan stasiun kereta komuter atau subway, masuk ke platform Shinkansen harus melalui pintu/gate tiket Shinkansen. Jadi perhatikan papan petunjuk yang ada di dalam stasiun seperti Tokyo Station, Kyoto, atau Shin-Osaka.

Stasiun Kyoto, gabungan Shinkansen, kereta komuter dan subway

Jika kita mempunyai Rail Pass, maka cara masuk gate Shinkansen berbeda dengan orang yang membeli tiket point-to-point lewat mesin tiket. Kita harus melalui pintu/gate yang dijaga petugas, dengan menunjukkan Rail Pass kita. Jika punya reservasi kursi, pastikan Anda duduk di nomor kursi yang telah ditentukan, jangan sampai kena tegur petugas. Jika tidak punya seat-reservation, pastikan Anda hanya duduk di dalam gerbong non-reserved.

Menyusun itinerary jalan ke Jepang?

Jika masih bingung mau wisata ke mana di Jepang, atau menyusun itinerary jalan, saatnya buka artikel Panduan Jalan ke Jepang.

Klook.com

Cari Hotel Murah