Panduan Jalan Ke Bangkok

Bangkok di mata turis Indonesia mulai populer setelah orang bosan ke Singapore dan Kuala Lumpur. Terlebih penerbangan langsung AirAsia dari Jakarta-Bangkok hanya sekitar 3 jam 25 menit, sehari ada 3 flight lagi. Juga dari Surabaya terdapat penerbangan non-stop 4 jam dari Surabaya ke Bandara Don Mueang di Bangkok.

Biaya hidup di Bangkok relatif murah, jadi cocok bagi yang ingin jalan-jalan hemat di Bangkok sini. Sepiring nasi sekitar 60-80 baht, air mineral 7 baht di 7-Eleven, dan naik BTS minimal 25 baht.

Tiba di Airport

Swarnabhumi Airport adalah pintu gerbang masuk mancanegara ke Bangkok. Airport ini tergolong baru dan besar, namun efisien, melayani maskapai utama. Papan penunjuk arah tertulis jelas dalam bahasa Thai dan English. Petugas imigrasi mungkin terkesan tidak professional dan agak lambat namun tidak ada masalah.

Untuk menuju pusat kota, tersedia shuttle bus yang tiketnya dapat Anda beli begitu tiba di Arrival Hall. Tersedia 4 jalur bus, yang populer bagi turis adalah menuju Sukhumvit dan Khao San Road, jadi pastikan Anda tahu lokasi hotel sebelum membeli tiket bus.

Mulai awal 2010, tersedia airport train menuju kota. Sayangnya saya belum sempat mencobanya sehingga tidak dapat memberikan banyak informasi mengenai harga dan tiket. Airport rail link ini berhenti di beberapa stasiun seperti Makasan (interchange dengan MRT) dan Phaya Thai (interchange dengan BTS).

Jika Anda naik AirAsia atau Thai Lion, Don Mueang Airport adalah lokasi pendaratan. Bandara ini lebih kecil dan sederhana, juga lebih dekat ke kota. Ada stasiun kereta di seberang terminal Airport (via jembatan penyeberangan), sekitar 15 menit jalan kaki. Tarif kereta sekitar 14-30 Baht, makan waktu 40 menit menuju Hua Lampong karena frequent stop. Saya suggest naik taksi kalau 3-4 orang atau kalau bawa koper besar.

Opsi transportasi bandara Don Mueang lebih detil termasuk cara naik airport bus, silakan baca di artikel Transportasi Bandara Don Mueang.

Hotel di Bangkok

Untuk urusan hotel, rate nya kurang lebih sama seperti Jakarta. Hotel bisa dibilang tersedia sangat banyak di Bangkok, jadi lokasi yang menentukan. Lokasi hotel berbintang yang strategis adalah yang berada di daerah Silom, Sukhumvit, dan Siam. Hotel chain international seperti Accor, Intercontinental Group, dkk tersedia namun jumlahnya kalah jauh dibanding hotel lokal. Secara umum hotel murah banyak tersedia di Bangkok, asalkan kita keluar sedikit dari daerah turis seperti Siam.

Jalan Sukhumvit adalah salah satu jalan terpanjang di Bangkok, analogi seperti dari Blok M hingga Monas. Jalan ini dilayani beberapa stasiun layang BTS. Lanjutan jalan ini adalah Rama I. Pastikan Anda sudah membaca peta untuk menuju lokasi hotel jika Anda memilih tinggal di Sukhumvit.

Saya coba list beberapa hotel, 4 pertama pernah saya tinggal. Rate yang tertulis adalah perkiraan untuk double-bed per-night.

  • Rembrandt Hotel, Sukhumvit. Lokasi di jalan agak kecil sehingga cukup tenang, cukup 5-10 menit utk menuju BTS Asok / MRT Sukhumvit. ~USD 80.
  • Ibis Bangkok Siam Hotel, lokasinya hampir persis di seberang MBK Mall, really a plus point. Begitu belanja tangan penuh, tinggal bawa pulang hotel dan siap belanja lagi. Di atasnya ada hotel Mercure, basically harga sedikit lebih mahal.
  • Berkeley Pratunam Hotel, strategis juga di seberang Platinum Mall. Walaupun tidak begitu dekat dari BTS (jalan kaki 10 menitan), tapi sekitar hotel ini adalah shopping ala kaki lima di malam hari. Simak review saya di sini.
  • Arize Hotel, 5 menit jalan kaki dari BTS Phrom Phong, Naraya, dan Emporium Mall. Lokasinya ibaratnya di area little Japan. Harga sekitar $60 per malam, bersih, dan good-value.
  • Ibis Nana Bangkok, Sukhumvit. Sebuah hotel baru dari Accor terletak masih di wilayah Sukhumvit-Nana. ~USD 45.
  • Novotel Bangkok on Siam Square. Praktis hotel ini dikepung beberapa pusat perbelanjaan terbesar di Bangkok. Lokasi sangat strategis, stasiun BTS Siam ada di depan hotel.
  • Sam's Lodge Hotel, Sukhumvit. Tergolong budget hotel dengan lokasinya yang cukup dengan dengan BTS Asok. ~USD 30
  • Unico Express, Sukhumvit. Rate kamarnya yang murah, kamar yang lumayan luas, free wifi, dikompensasikan ke lokasinya tidak terlalu dekat dengan BTS. ~USD 30.

Sedangkan untuk budget hostel untuk backpackers, Khao San Road sudah menjadi episentrum. Lokasinya terletak di sebelah utara Grand Palace, berjejer penginapan murah dengan harga dorm sekitar USD 15/orang. Di jalan ini juga dapat ditemukan restoran hingga penjual souvernir dan Thai massage.

Transportasi di Bangkok

Bangkok juga tidak lepas dari kemacetan, namun tidak terlalu stress dibanding Jakarta karena pengendara mobil yang lebih tertib dan jumlah pengendara motor yang sedikit.

Bangkok
Traffic

Trotoar Bangkok rata-rata sudah nyaman bagi pejalan kaki. Lebar trotoar umumnya 2 meter hingga 4 meter di jalan-jalan utama. Saya rasa membawa stroller juga tidak mengalami kesulitan.

Persiapkan waktu Anda dengan matang, spare waktu yang cukup untuk mengantisipasi kemacetan. Menggunakan kereta layang BTS tentu saja pilihan yang paling efisien bagi turis.

Bangkok memiliki beberapa pilihan moda transportasi, mulai dari taxi, bus kota, tuk-tuk, boat melintasi sungai, hingga kereta massal yang disebut BTS SkyTrain dan MRT.

BTS dan MRT

BTS SkyTrain adalah jalur kereta yang dibangun melayang di atas jalan raya, sedangkan MRT/Subway Bangkok beroperasi di bawah tanah dan saat ini hanya punya 1 line.

BTS layang melewati Sukhumvit Road

Transportasi di Bangkok sudah semakin maju dengan dibukanya jalur ke-3 BTS SkyTrain serta line MRT. Jadi hingga saat ini, Bangkok sudah mempunyai 4 jalur kereta massal, 3 jalur bersifat di atas tanah, dan 1 jalur berupa MRT.

BTS SkyTrain (penduduk lokal hanya tahu kata BTS, jangan coba-coba tanya orang dengan keyword 'SkyTrain') saat ini memiliki 3 jalur, dengan kode N (North), E (East), dan S (South) sesuai dengan jalur yang dilayani, dan diberi nomor seperti E1 E2 dst. Semua jalur bertemu di stasiun SIAM. Semua jalur ini terletak di kanan sungai Chao Phraya kecuali 2 stasiun terakhir jalur S (S7 dan S8). Satu stasiun diberi kode W (West) yaitu National Stadium sebagai perpanjangan dari jalur S.

Tiket kereta BTS dapat dibeli di setiap stasiun, berupa tiket one-way, day pass (THB 140), atau monthly pass. One-way tiket harus dibeli dari mesin tiket menggunakan uang koin (tukarkan uang kertas ke uang koin di loket staff). Harga ditentukan sesuai jumlah stasiun yang Anda lalui, dapat dilihat langsung di samping mesin tiket. Misalkan untuk 3 stasiun, dihitung 31 baht, maka kita tekan tombol 31 sebelum memasukkan koin sejumlah itu.

Bangkok BTS Ticket
Machine

Sayangnya tiket BTS tidak dapat dipakai di MRT. Anda harus membeli tiket jenis lain untuk MRT. One-way tiket MRT bentuknya seperti koin kasino, dibeli dari mesin tiket otomatis (menerima uang kertas hingga THB 100 dan koin). Cara menggunakannya adalah dengan menempelkan koin ini di barrier gate saat masuk, dan saat keluar di stasiun tujuan koin ini dimasukkan ke dalam slot untuk membuka barrier gate. Tersedia juga kartu magnetik yang dapat diisi ulang(seperti Singapore ez-Link atau HK Octopus) jika Anda berencana tinggal di Bangkok selama beberapa hari.

Sebagai turis, menggunakan SkyTrain dan MRT sangat direkomendasikan mengingat kemacetan Bangkok yang hampir sama seperti Jakarta. Walaupun tidak mengcover seluruh penjuru kota, namun hampir semua tempat belanja (Siam Paragon dkk) dan beberapa objek wisata dilalui atau berada dekat dengan jalur kereta.

2015: ada contactless Rabbit Card jika ingin convenient tidak perlu cari koin untuk beli tiket BTS. Cocok kalau tinggal seminggu lebih, atau yang sering main ke Bangkok. Harga 100 baht (kartu 50 Baht + deposit 50 baht) lalu kita topup dengan value yang kita inginkan misalkan 200 baht.

Taksi

Jika objek wisata tidak dapat dicapai dengan kereta massal ini, Anda sebaiknya tetap menggunakannya hingga stasiun yang paling dekat, disambung dengan naik taksi.

Taksi Bangkok tersedia cukup banyak. Umumnya sopir taksi SAMA SEKALI tidak dapat berbahasa Inggris, sehingga sebaiknya Anda membawa alamat hotel atau tempat tujuan Anda dalam bahasa Inggris yang dilengkapi bahasa Thai. Tarif taksi (menurut saya) tidak terlalu mahal, kira-kira sama seperti tarif taksi Jakarta, dan tentu jika naik ber-empat bisa sharing biaya.

Ada banyak perusahaan operator taksi, dan sebagian tidak mau menggunakan argometer. Cukup sulit menjelaskan taksi mana saja yang selalu menggunakan argo karena nama perusahaan atau tulisan di seluruh body taksi ditulis dalam bahasa Thai. Umumnya yang mau pake argo/meter adalah taksi warna kuning-hijau. Jadi sebelum naik taksi, coba pastikan ke sopir apakah mau menggunakan meter.

Taksi Uber

Nah, kesalnya sama supir taksi biasa itu mereka tidak bisa berbahasa English, bahkan menyebut tujuan saya persis seperti nama di BTS saja masih bingung dan menolak menaikkan penumpang. Saya bahkan pernah naik Uber Taksi di Bangkok. Kalau belum pernah dengar, ini ibaratnya Go-Jek versi mobil, jadi kita pesan lewat smartphone.

Mobil UberX banyak beroperasi di Bangkok. Tarifnya bahkan lebih murah dibanding naik taksi biasa, dan bagusnya gak pakai nawar lagi. Begitu tujuan saya set di aplikasi UBer, driver tinggal mengikuti rute yang ditentukan oleh smartphone.

Mau dapat credit Rp 75,000 dari Uber? Untuk pengguna baru, silakan pakai promo code : alisantat saat registrasi Uber.

Chao Phraya Express Boat

Bangkok itu dibelah oleh sungai Chao Phraya, dan hebatnya sungai ini juga menjadi jalur transportasi. Namanya Chao Phraya Express Boat, semacam busway di sungai jadi ada rute dan dermaganya di sepanjang pinggir sungai.

Chao Phraya River Boat, Orange Flag

Jalur kapal ini ada 4 sesuai warna bendera di atap belakang kapal: Orange, Hijau, Biru, dan No-Flag. Tarif naik boat ini bervariasi 10-30 baht tergantung jauh-dekat destinasi. Jalur kapal ini berguna bagi turis untuk mencapai Wat Pho, Wat Arun, atau Grand Palace.

Dermaga pusat adalah Central Pier, interchange dengan Saphan Taksin BTS Station. Saat mau naik, perhatikan warna bendera supaya tidak salah. Bayar tiket ke kondektur boat saat sudah duduk.

Bus Kota

Bus kota Bangkok dalam bahasa
Thai

Menggunakan bus kota perlu banyak riset dan keberanian karena semua rute bus ditulis dalam bahasa cacing Thai, jadi yang bisa dibaca hanyalah nomor bus. Naik bus kalau Anda riset pake Google Maps, atau punya GPS Map di smartphone.

Bus kota sebagian besar tidak ber-AC, tarifnya murah, berkisar 15 baht hingga 30 baht. Bahkan yg plat nomor merah tidak bayar alias gratis, ini subsidi raja. Ada juga yang ber-AC tergantung rutenya. Naik bus di Bangkok mirip dengan di Jakarta, nanti bayar ke kondektur yang pegang kotak kaleng. Kita akan diberikan tiket semacam perangko sebagai bukti bayar.

Pengalaman saya naik bus di Bangkok oke saja, tertib dan aman. Masalahnya cuma kalau kena macet, bisa setengah jam untuk menempuh jarak 1km saja.

Tuk-tuk

Sedangkan untuk naik tuk-tuk cukup banyak yang mangkal di sekitar hotel dan pinggir jalan. Tarif bisa ditawar in English dan perlu coba naik mumpung di Bangkok. Rasanya sih mirip seperti naik bajaj BBG di Jakarta. Tarifnya sebenarnya cuma sedikit lebih murah dibanding naik taksi. Kebetulan hotel saya menginap menyediakan tuk-tuk gratis antar sampai jalan raya (karena hotelnya berada di jalan kecil).

Kalau malam tarif tuk-tuk bisa lebih mahal dibanding naik taksi ber-argo. Jadi saran saya pinter-pinter nawar, atau naik tuk-tuk sekali2 aja.

City Tour Bangkok

Jika Anda datang dalam rombongan, bisa pertimbangkan opsi city tour Bangkok. Biasa sudah mulai dari penjemputan di bandara hingga tempat wisata. Plus-nya adalah tidak repot mengunjungi beberapa tempat wisata dalam satu hari.

Tapi ada minus-nya ikut tour, karena biasa dalam satu hari minimal ada 1-2 tempat yang harus kita kunjungi berupa sales pitching atau toko cenderamata (madu, batu permata, coklat, dll).

Jadi kalau cuma kurang dari 4-5 orang, saya suggest jalan sendiri saja. Paling mentok naik taksi sharing cost.

Tempat Wisata Bangkok

Bangkok map tersedia di mana-mana termasuk saat Anda pertama tiba di airport. Dengan peta ini biasanya tergambar jelas beberapa tempat wisata utama di dalam kota Bangkok yang siap Anda jelajah.

Grand Palace & Wat Phra Kaeo

Merupakan tujuan utama wisata Bangkok, sebuah kompleks istana dengan sejumlah kuil atau chedi yang dibangun para raja. Jangan lewatkan pula mengunjungi Wat Phra Kaeo, sebuah kuil yang berisi the Emerald Buddha. Menuju ke sini, sebaiknya pagi hari, atau setidaknya jam 1 siang karena tutup jam 3.30. Biaya 500 Baht untuk turis, kecuali Anda pura-pura bisa bahasa Thai :) .

Untuk menuju ke sini, tidak ada akses MRT atau BTS langsung. Menggunakan MRT hingga Hua Lamphong Station dan sambung dengan taksi atau tuk-tuk.

Alternatif transportasi ke sini: naik Chao Phraya Express Boat line Orange atau Hijau dari Central Pier, dan turun di Tha Chang. Tembus keluar dari pasar yang menempel dengan dermaga.

Wat Pho (Reclining Buddha)

Objek foto terkenal, posisi Buddha sedang berbaring, lokasinya di sebelah kompleks Grand Palace.

Berbeda dengan Grand Place yang penuh sesak oleh turis rombongan tour, di Wat Pho hanya turis yang individual yang datang, jadi kita bisa lebih tenang explore tempat ini. Tiket 100 Baht bahkan dapat gratis satu botol mineral water.

Wat Pho

Transportasi ke sini: naik Chao Phraya Express Boat dari Central Pier (Sathorn Taksin BTS), ambil boat bendera orange, turun di Tha Tien. Pintu masuk Wat Pho ada di seberang jalan begitu kita keluar dari pasar yang merangkap boat pier.

Wat Arun

Terletak di seberang Wat Pho, Anda harus menyeberangi sungai Chao Phaya (sewa boat) untuk mencapainya. Keistimewaannya adalah dinding pagoda berupa porcelain yang berkilauan ditimpa cahaya. Tempat ini lebih sepi dan tenang dibanding Grand Palace.

Transportasi ke sini: naik Chao Phraya Express Boat dari Central Pier (Sathorn Taksin BTS), ambil boat bendera orange, turun di Tha Tien. Wat Arun ada di seberang kiri sungai, jadi sambung dengan boat putih yang cuma menyeberangi sungai (5 baht).

Update September 2015: Wat Arun sedang di-renovasi, jadi sedang tidak layak dikunjungi dan di-foto.

Patpong Road

Selain tempat wisata religi di atas, Bangkok terkenal juga dengan wisata duniawi (jika mau dikatakan demikian). Patpong telah dikenal sejak tahun 80-an sebagai tempat hiburan malam. Mulai dari Go-Go Bar (bar dengan penari di atas meja) hingga Thai girl show ditawarkan di sini (codename: pingpong show).

Anda tidak perlu masuk ke dalam bar jika tidak suka, cukup susuri jalanan ini sambil lihat-lihat barang-barang souvernir dan baju yang dijual di tengah jalan (sambil mengintip ke dalam bar). Untuk menuju ke sini, naik BTS dan turun di Sala Daeng atau MRT Silom. Hati-hati jangan salah belok ke Soi Silom 4 (Gay street).

Museum Lilin Madam Tussaud

Tempat ini ada di dalam mall Siam Discovery, kurang lebih isinya sama seperti Madam Tussaud di Hong Kong atau di London, kelebihannya ada patung lilin Presiden Soekarno di samping beberapa artis lokal Thailand.

Tempat shopping dan belanja barang murah di Bangkok

MBK Mall

Untuk yang sekelas Mangga Dua Jakarta, biasa orang Indonesia suka ke MBK Mall (BTS: National Stadium).

MBK Mall

Interior MBK Mall

Mall MBK ini setidaknya bertingkat 8. Lantai bawah diperuntukkan untuk belanja baju, tas, dan souvernir. Sedangkan lantai 3-4 terdapat toko aksesories untuk gadget/handphone. Di lantai 6 terdapat Foodzone, food court yang menjual aneka makanan dengan berbagai cita rasa, harganya tergolong murah. Hebatnya kebanyakan pegawai toko bisa sedikit bahasa Indonesia karena begitu banyak orang Indo yang ke sini!

Platinum Fashion Mall

Kalau MBK sudah puas, cobalah ke Platinum mall ini. Barangnya lebih butik/distro kecil, lebih trendy, dan juga cukup luas. Lokasinya bisa jalan kaki (kalau kuat, 500m) dari BTS Chit Lom, melewati Central World. Kalau santai, bisa naik bus nomor 54 atau 73 dari halte depan Siam Paragon.

Di seberang Platium adalah Pratunam Market, ini ibaratnya blok kios yang menjual pakaian dan aksesories. Area ini cukup luas dan buka hingga menjelang malam.

Malls: Siam Square dan Siam Paragon

Sedangkan bagi penggila belanja branded, Bangkok termasuk surga belanja. Cukup datang ke daerah yang dinamakan Siam (BTS Station: Siam) Anda akan menemukan deretan mall mulai dari Siam Paragon dan Siam Square hingga Central World. Satu lagi mall yang besar adalah Emporium (BTS: Phrom Phong) di mana Anda bisa membeli pakaian dan souvernir tanpa capek menawar.

Selain itu ada juga Central World dan Central Mall @ Embassy.

Chatuchak Weekend Market

Sebagai pengganti Suan Lum Night Bazzar yang sudah ditutup. Chatuchak hanya buka Sabtu & Minggu, BTS: Mo-Chit atau MRT:Chatuchak. 

Suan Lum Night
Bazaar

Lokasinya luar biasa luas. Ada versi gedung ber-AC dan ada versi open-air (panas!), menjual souvernir turis seperti baju, kain, magnet kulkas, sandal, hingga jam tangan aspal. Ilmu menawar dari Mangga Dua mesti dipraktekkan di sini, bisa dimulai dari setengah harga dan adu jago kalkulator. Kompleks ini cukup besar, pastikan Anda ingat lokasi awal untuk pulang. Anda juga dapat menemukan blok yang khusus berupa restoran, menawarkan macam hidangan mulai ala Thai hingga western.

Mango with sticky rice

Asiatique

Sebuah kawasan baru di sisi sungai, hidupnya mulai sore hingga tengah malam. Asiatique bisa dicapai dengan naik boat (gratis) dari Central Pier (Saphan Taksin BTS). Berupa restoran juga shopping night market.

Juga ada komidi putar (ferris wheel) yang bisa bisa kita naiki, indah di malam hari.

Asiatique

Tips paling penting: jangan lewatkan kesempatan melakukan Thai Massage. Kalau sudah jalan seharian, badan kembali bugar kalau sudah kena Thai Massage. Tarif sekitar 250 baht per 60 menit.

Next Post: Panduan Jalan ke Krabi & Phi Phi Island

Cari Hotel Murah

blog comments powered by Disqus