Travel Planning (lagi)

Klook Kode Kupon 2019

Sambungan dari artikel tentang Travel Planning yang pernah saya tulis dulu, mari kita lanjutkan dengan planning yang lebih 'advanced'.

Invest di Travel Book yang bermutu

Bukan menjelek-jelekkan karya dalam negri, tapi biasanya buku lokal itu tidak bisa jadi pegangan Anda untuk riset apalagi saat tiba di negara tujuan.

Investlah di travel book seperti DK Eyewitness, Lonely Planet, Fodor's, dan lain-lain. Jika membeli baru (sekitar USD 15-35) berasa mahal, Anda bisa coba cari secondnya di BetterWorldBooks.com (sekitar USD 6-10) include biaya kirim ke Indonesia.

Buku seperti ini sangat membantu dalam planning serta memberikan cerita atau latar belakang tiap tempat wisata. Juga tidak bakal rugi banyak kok, kalau sudah dipakai masih bisa dijual lagi.

travel
book

Memperkirakan Biaya Liburan

Setelah Anda berhasil mendapatkan tiket pesawat murah ke tujuan wisata yang diidamkan, bukan berarti semuanya menjadi lebih mudah dan murah.

Tiket pesawat murah hanya sebuah komponen dari keseluruhan biaya yang diperlukan untuk liburan.

Bayangkan karena faktor impulse dan promosi, maunya wisata ke negara yang baru, tapi dapatnya cuma tiket AirAsia murah ke Singapore, yang telah pernah Anda kunjungi, katakanlah dapat tiket Rp 0, tapi plus tax dan biaya siluman lain, jadi sekitar Rp 500,000 pp. Tapi dengan jumlah hari liburan misalkan 5 hari dikali 100 SGD (bintang 1-2) penginapan permalam, jadinya lebih dari 5 juta rupiah untuk menginap, maka biaya liburan Anda adalah 5,5 juta rupiah belum termasuk makan dan lain-lain.

Dicompare dengan beli tiket tanpa promo, dapat harga Rp 2 juta pp ke Bangkok (kota yang jadi incaran Anda). Tiket ini mahal? belum tentu, karena mungkin bisa dapat hotel di Bangkok yang murah, yang cukup 120-150 THB, untuk bintang yang setara di Singapore. Total biaya ini kemungkinan besar akan lebih murah dibanding wisata ke Singapore.

Moral of the story: jangan beli tiket pesawat karena impulse murah atau promo, tapi juga harus pikirkan biaya hidup dan tinggal di negara tujuan.

Poin kedua adalah biaya hidup tiap orang beda-beda. Jadi saran saya jangan tanya teman yang pernah pergi berapa total pengeluaran dia selama liburan, karena pasti kenyataannya akan berbeda saat Anda yang pergi.

Itinerary

Ini juga yang sering ditanya orang-orang saat mengunjungi blog saya, padahal itinerary harian telah saya tulis sejelas-jelasnya, lihat contohnya di halama Hong Kong. Tapi mengapa masih ada yang bertanya itinerary?

Karena sifat orang pada dasarnya agak malas dan ribet untuk melakukan riset perjalanan (travel planning), padahal ini penting. ... dan itulah fungsi paket tour wisata, untuk tipe orang yang inginnya tahu beres.

Tapi untuk Anda yang ingin menikmati perjalanan, travel planning membuat kita lebih mengerti destinasi wisata sebelum kita pergi. Tahu cara perginya, tahu harga tiketnya, hingga mungkin sudah pernah lihat review dan photonya, sehingga sudah punya ekspektasi.

Beberapa planning yang wajib dan biasa saya lakukan sebelum berangkat:

  • Transportasi dari Airport ke hotel, ini gampang tinggal google.
  • Peta subway, tram, atau rute bus yang penting, sama gampangnya yaitu cukup search di Google. Yang penting perlu di-research juga adalah bagaimana cara membeli tiket dan opsi tiket transportasi termurah buat Anda, apakah ada daily pass atau tourist pass.
  • Lokasi dan lingkungan hotel, pakai Google Maps dan aktifkan street view, jadi cari hotel nantinya tidak bakal susah. Jadinya Anda bisa tahu apakah ada convenient store di sekitar hotel, restoran, hingga arah jalan menuju halte bus atau stasiun subway terdekat.
  • Tempat wisata, harga tiketnya, dan cara ke sananya, dan perlu berapa lama untuk satu tempat wisata. Nantinya bakalan dapat kira-kira tempat wisata lain yang satu wilayah di situ, juga otomatis ini akan menentukan satu hari akan ke mana saja.
  • Bagaimana akses Internet selama di sana? Di jaman ini jalan-jalan tanpa Internet rasanya lebih berat dibanding ketinggalan dompet di rumah. Apakah Anda harus beli simcard, operator apa yang termurah paket datanya, dan belinya di mana.
  • Untuk tujuan yang orang lokalnya tidak bisa bahasa Inggris seperti Thailand, China, Korea, atau Jerman misalnya, juga perlu mempersiapkan minimal bisa ngomong yang basic seperti terima kasih, bertanya arah, dsb. Kalau ngomongnya susah, coba diprint di kertas sehingga bisa ditunjukkan ke orang lokal sana.

Bagaimana dengan urusan makan? Ada orang yang suka planning hari ini makannya ke mana, tapi menurut saya waktu akan terbuang kalau untuk makan saja harus naik kereta dan dicari lagi. Bagi saya, makan cukup yang ada di situ pada saat itu, jadi tidak perlu di-research, kecuali makanan khusus atau yang must-try. Jadi tidak usah mati-matian mencari makanan lokal, kalau cuma ada KFC atau McDonald's yah ayo aja. Kalau pernah coba McD di berbagai negara akan tahu tiap negara juga ada rasa lokalnya.

Peta dan Peta

Usahakan tidak buta arah walaupun belum pernah ke sana. Banyak cara untuk mempelajari area atau peta, yang paling mudah adalah dengan buka Google Maps, lalu cari hotel yang telah Anda book, atau cari landmark kota itu.

Google Maps juga dapat memberi gambaran berapa menit yang diperlukan untuk dari point A ke point B, baik dengan bus, kereta, atau dengan mobil/taxi.

Travel research, tidak
buta arah

Juga setidaknya pelajari peta jaringan transportasi kota itu. Ini akan menghemat waktu Anda saat di sana, mengurangi resiko nyasar atau habis waktu mencari arah. Semakin besar kotanya, semakin kompleks jaringan transportasinya (Jakarta excluded :) )

Zurich
Tram

Bagi yang tidak mempersiapkan diri, mengoperasikan vending machine untuk beli tiket seperti di bawah ini mungkin bisa habis waktu 15-30 menit.

[

There's an App for That

Smartphone semua udah punya, tapi travel app belum tentu dipakai orang. Pernah saya tulis di 5 Apps penting untuk travelling, mungkin saya highlight satu app untuk riset pesawat yaitu skyscanner.

SkyScanner bisa mencari
dan mengurutkan tiket murah

Selain mencari tiket pesawat, juga ada app lain untuk cari hotel murah, hingga panduan jalan di kota tersebut. Peta offline pun biasa tersedia di App Store, baik yang berbayar atau gratis.

Summary

Memang sekilas terlihat rumit dalam membuat rencana perjalanan wisata, terlebih ke tempat yang belum pernah dikunjungi. Tapi kepuasan yang didapat pasti lebih dan kenangannya akan lebih long-lasting di dalam ingatan kita, bahkan next time kalau datang lagi mungkin sudah tidak perlu planning, tinggal go-show!

Airbnb
Komentar

Panduan Wisata

Cari Artikel Lama