Menabung Valuta Asing sebagai Tabungan Wisata

Klook.com

Kali ini saya mau sharing sedikit tentang sesuatu yang sedikit berhubungan dengan travelling tetapi bukan wisatanya.

Artikel ini tidak di-endorse oleh siapa pun ya, jadi murni pendapat pribadi.

Jika Anda merencanakan wisata, misalkan tahun depan mau ke suatu negara, selain menyiapkan tiket, visa, dan booking ini itu, ada baiknya Anda mempersiapkan uangnya.

Normalnya kita menukar uang ke mata uang tujuan di money changer dalam 1 shot, misalkan langsung menukar 10 juta rupiah menjadi Yen Jepang. Namun kelemahan praktek ini adalah jika pada saat Anda menukar valas ternyata mendapat kurs yang jelek (karena situasi IDR yang lagi turun atau hal lain), terpaksa harus dilakukan juga bukan?

Buat Anda yang ingin mulai menabung jauh-jauh hari, terlebih jika melihat kurs mata uang negara tujuan lagi 'murah', ada baiknya Anda buka tabungan valas.

As per Agustus 2022 ini mata uang yang lumayan menarik adalah Japanese Yen, berada di kisaran 1 Yen = IDR 109-111, mungkin paling rendah dalam 5 tahun terakhir. Berikutnya adalah Euro, 14800 Rupiah untuk 1 Euro, 1 USD sekarang equal 1 EUR.

Apa keuntungan memiliki tabungan valas? Yang utama adalah Anda terlindung dari kurs yang fluktuatif, karena bisa melakukan pembelian di saat-saat yang tepat dan belinya langsung online.

Kedua, mengurangi resiko menyimpan uang kertas dan nanti rusak (tahu sendiri money changer rewel dalam hal kondisi fisik). Nantinya pas sudah mau travelling Anda tinggal menarik uang valas dari kantor cabang bank, atau bahkan cukup bawa kartu ATM untuk ditarik di negara tujuan.

Kenapa gak langsung beli ke money changer? Ya boleh aja, tetapi apakah money changer itu ada stok valas, dan Anda mau datang berkali-kali jika melakukan average buying?

Tabungan valas di Indonesia biasa hanya melayani mata uang yang paling populer : SGD, USD, dan Euro. Hampir semua bank nasional mempunyai fitur ini. Tetapi beberapa bank mempunyai fitur tambahan yang lebih menarik, misalkan bebas provisi tarik, bebas biaya bulanan, dan yang paling penting cari yang menawarkan kurs kompetitif.

Beberapa point yang perlu Anda ketahui jika ingin membuka tabungan valas:

  • Kebanyakan tabungan semacam ini tidak ada bunganya, kecuali USD (paling 0,1-0.2% per annum), jadi jangan berharap untung dari bunga.
  • Tabungan valas memiliki resiko juga jika kurs makin turun, tetapi kan tujuan Anda adalah untuk dipakai.
  • Buka tabungan valas yang tidak ada biaya administrasi bulanan, dan bisa dikuras habis tanpa saldo minimum.
  • Biasakan melakukan jual-beli di tabungan valas di jam kerja bank untuk mendapat kurs spot. Di luar itu biasa akan memakai kurs indikatif (biasa tidak kompetitif)
  • Walaupun mata uang valas yang ditabung bisa macam-macam, biasa untuk setor tarik di cabang bank hanya bisa mata uang USD, EUR, dan SGD. Jadi mata uang lain yang Anda tabung hanya bisa dipakai jual-beli online dan tarik ATM di negara tujuan.
  • Tarik ATM di negara tujuan tetap ada charge per tarik. Ini berlaku jika Anda pakai ATM rekening IDR seperti kebanyakan orang, juga berlaku jika Anda punya rekening valas yang sesuai. Biaya Tarik ATM bervariasi antar negara antar bank, expect sekitar USD 2-3 atau IDR 25000-30000.

Beberapa bank yang bisa saya mention di bawah adalah hanya yang menawarkan bebas biaya bulanan dan tidak ada biaya penutupan.

Rekening valas di BCA, Mandiri, Permata, OCBC, dan UOB tidak saya bahas ya karena ada biaya penutupan atau administrasi bulanan.

Bank CIMB Niaga

mempunyai jenis tabungan yang dinamakan XTRA SAVERS VALAS. Tabungan ini bisa dibuka online, lewat Octoclicks atau apps Octo Mobile, jika Anda sudah punya rekening tabungan lain sebelumnya. Terdapat 11 jenis mata uang yang bisa ditabung : USD, EUR, JPY, CNY, CAD, CHF (Swiss Franc), GBP, AUD, NZD, HKD, dan SGD (Singapore Dollar).

Kelebihan tabungan ini adalah kartu ATM bisa di-link ke mata uang tabungan tersebut, sehingga nantinya bisa Anda tarik langsung di ATM bank negara setempat sebagai local currency.

Baca juga pengalaman saya tarik tunai di ATM Bank Thailand.

Jadi jika Anda menabung Singapore Dollar, nanti di negara Singapore tinggal cari any ATM dan tarik keluar uang SGD dari tabungan tersebut.

Bank HSBC

HSBC juga memiliki tabungan valas, namanya Multi Currency Account, yang bisa Anda setor/tarik. Kurs jika Anda beli lewat Internet Banking nya memang agak kurang bersaing. Sama seperti CIMB Niaga, kelebihan tabungan ini adalah kartu ATM bisa dilink ke mata uang tabungan tersebut, sehingga nantinya bisa Anda tarik langsung di ATM bank negara setempat.

Jika Anda punya tabungan USD HSBC, bisa tarik USD direct di ATM HSBC di Hong Kong (ini sudah saya test), langsung bisa tukar di money changer setempat. Jadi Anda tidak kena 2x jual beli jika melakukannya di Indonesia.

digibank by DBS

digibank mungkin cukup populer di kalangan pemilik rekening digital. Nah digibank juga ada Rekening Valas yang bisa Anda buka di dalam aplikasi online bankingnya.

Seperti CIMB dan HSBC, jenis mata uang yang dibuka hampir sama. Juga rekening valas bisa dipakai untuk menerima mata uang asing jika Anda kadang suka bertransaksi atau menerima uang dari luar negeri.

Kelemahan digibank Rekening Valas, setidaknya sampai saat ini, adalah belum bisa melakukan tarik tunai dengan kartu ATM dengan local currency di negara tujuan.

Jenius

Dulu saya pernah punya rekening Jenius, namun ditutup karena rekening rupiah nya mengenakan biaya administrasi bulanan. Nah, bagi Anda yang masih punya dan aktif, terdapat juga fitur tabungan valas.

Mata uang yang di support adalah USD, SGD, AUD, EUR, GBP, HKD, dan JPY.

Kelebihannya adalah kartu ATM bisa di link ke mata uang valas, dan Anda bisa tarik tunai di ATM negara setempat. Selain itu bisa Anda pakai untuk melakukan transaksi online langsung memotong tabungan valas tersebut.

Komentar

Panduan Wisata

Cari Artikel Lama