Kaohsiung Part 2

Itininerary hari ini:

  • Dragon and Tiger Pagoda
  • Bersepeda ria
  • Cijin Island
  • Liuhe Night Market

Pagi hari bangun dan dapat sarapan dari hotel kami Moon Lake Hotel. Model breakfast traditional Taiwanese, berupa bubur (bisa dibilang nasi direndam air) beserta condimentnya (umumnya asin). Not my style, jadi tidak layak dibahas di sini :) Saya makan roti beserta selai saja.

Siap explore beberapa tempat wisata di Kaohsiung. Kita langsung menuju Dragon and Tiger Pagoda, sebuah landmark kota Kaohsiung terletak di danau yang diberi nama Lotus Pond. Untuk ke sini kita perlu naik MRT dan turun di stasiun Zuoying lalu lanjut bus 301 atau R51.

Namanya begitu karena memang kedua tower ini dibedakan dengan adanya bentuk naga dan harimau di depannya. Dan cara masuknya cukup unik, mengikuti kata pepatah: "masuk dari mulut naga dan keluar dari mulut harimau", menjauhkan kita dari hal yang tidak baik.

Kita harus melalui jembatan zig-zag untuk masuk ke mulut naga ini, lalu akan disuguhi semacam cerita pertempuran dewa melawan setan dalam bentuk lukisan.

Kita bisa naik ke puncak pagoda. Siapkan energi untuk naik 6 lantai yah, tentu viewnya rewarding. Di seberang jalan terdapat sebuah klenteng yang cukup besar dan di view sebaliknya adalah ke Lotus Pond.

Tidak jauh dari sini, masih bisa jalan kaki, terdapat Spring and Autumn Pagoda, diujungnya terdapat sebuah paviliun yang cukup sunyi karena sudah di tengah danau. Cocok untuk bengong meratapi hidup sambil beristirahat..

Dari sini tunggu bus kelamaan, dan akhirnya malah nyasar salah naik bus. Terpaksa pakai taksi untuk menuju MRT terdekat lagi. Destinasi kita berikutnya adalah ke Cijin Island (kadang ditulis Qijin dalam pinyin).

View Larger Map

Pertama kita naik MRT jalur Orange munuju Sizihwan Station. Nah keluar dari stasiun ini ternyata banyak vendor yang menawarkan sewa sepeda. Kesempatan nih untuk hemat langkah karena memang Cijin Island yang mau kita tuju juga pas dijelajah menggunakan sepeda.

Tahukah Anda Kaohsiung adalah kota yang ramah sepeda? Banyak jalur sepeda dedicated yang dibangun dalam kota yang menyusuri Love River hingga daerah Fisherman's Wharf dan Pier.

Kita bisa pilih berbagai macam sepeda yang ada, mulai dari urban bike (keranjang di depan optional), atau sepeda model MTB namun ban nya yang lebih tipis, sepeda tandem atau model tukang bajaj juga ada. Peta rute juga diberikan namun berbahasa kanji, lebih baik tetap mengandalkan GPS di handphone kita.

Along the way bersepeda, pas ketemu toko operator seluler, sekalian mampir karena paket free data roaming XL saya tidak terlalu memuaskan speednya. Jadinya kita membeli kartu GSM lokal dari Chunghwa Telecom. Starter pack seharga NT\$ 250 lalu di-top up lagi NT\$300 untuk paket Internet selama seminggu. Oh ya, jangan lupa bawa passport untuk membeli kartu GSM lokal.

Arah kita adalah ke Ferry Pier, perjalananan tidak begitu jauh lagi (pakai sepeda gitu lho). Kita bisa menyeberang membawa kendaraan motor atau sepeda (free) dalam kasus kita. Ferry menyeberang ke Cijin Island intervalnya sangat sering, jadi cukup tunggu sebentar. Tinggal bayar tarif menyeberang dengan kartu MRT atau uang koin tunai, lalu masuk ke dek kapal.

Ferry ke
Cijin

Perjalanan cuma sekitar 10-15 menit, jadi baru naik ke atas untuk menikmati pemandangan tak lama sudah mau merapat.

Cijin Island ini bisa dibilang sangat kecil ukurannya. Apa yang dilihat di Cijin? Untuk orang lokal mereka umumnya main ke Cijin Beach. Bahkan di musim dingin seperti ini juga lumayan enak sebenarnya ke pantai. Kalau kita hanya menyusuri jalan sepanjang pantai, menuju titik ujungnya, mau naik ke puncak bukit melihat lighthouse namun khawatir kaki lemas karena jalannya menanjak terus.

Karena sudah jamnya makan siang, pas memang Cijin Island ini terkenal dengan hidangan laut yang fresh, so masuklah kita ke sebuah restoran di Seafood Street. Tinggal pilih ikan, udang, kerang, atau cumi lalu pesan mau dimasak model apa. Sayuran juga ada.

[

Kembali dari pulau ini, tidak jauh dari ferry terminal ada toko es serut yang lumayan ramai. Saatnya jika jajal makanan khas Taiwan: Mango snow ice. (Di Jakarta juga ada kok yang semacam ini, namun rasanya agak beda).

Kita masih ada waktu bersepeda (karena depotnya tutup jam 7an), jadi kita berkeliling di lokasi Shizhiwan, hingga ke semacam mall kecil I Love Banana, juga ke Fisherman's Wharf.

Malamnya? Malam adalah waktu yang ditunggu-tunggu kalau di Taiwan karena waktunya ke night market! Kita menuju ke Liuhe Night Market (MRT: Formosa Boulevard). Ini night market nomor satu di Kaohsiung, jadi cukup dengan foto saja saya berikan deskripsinya :) (PS: Jangan lupa mengunjungi Rueifeng Night Market yang dibahas di artikel sebelumnya)

Oh ya, di dalam stasiun MRT Formosa Boulevard ada objek yang sangat bagus untuk di foto. Carilah petunjuk arah ke Dome of Light.

Perjalanan berikutnya: Roadtrip Kaohsiung ke Chihpen

Cari Hotel Murah

Airbnb
Komentar

Panduan Wisata

Cari Artikel Lama