Naik Kereta Menuju Bandara Soekarno-Hatta

Last updated on

Jakarta Airport Train

Sambil menunggu jaringan kereta Jakarta tersambung hingga Soekarno-Hatta International Airport (CGK) yang katanya akhir 2016 akhir 2017 (semoga), saya melakukan percobaan berangkat menuju Bandara menggunakan rute kereta (KRL Commuter).

Bagi yang belum pernah naik KRL Commuter, mungkin karena masih punya bayangan kereta yang jelek atau jadwal yang tidak pasti. Hal ini berubah drastis. Stasiun KRL rata-rata sudah di-sulap jadi rapi dan bersih, bebas pedagang, dan fisik kereta juga sudah relatif bagus.

Modal naik KRL adalah tiket elektronik, bisa berupa kartu e-Money dari Mandiri, BRIZZ, Flazz BCA yang sudah diisi saldo (10-20rb minimum), atau kalau belum punya bisa beli tiket single-trip di stasiun kereta. Kalau kita pakai kartu dari Bank, pertama kali sebelum bisa digunakan harus di-'aktifkan' dulu di sebuah mesin warna orange (biasa dipasang di samping loket), ibaratnya untuk cek saldo sekaligus dikenalin sama kereta biar akrab :)

Rute Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Walaupun belum dioperasikan, rencananya kereta bandara akan mencakup Soekarno-Hatta Integrated Terminal Building hingga Manggarai di Jakarta.

Inilah peta rute kereta ekspres Bandara Soekarno-Hatta ke Manggarai. Yang digambar di sini hanya jalur kereta komuter yang bersinggungan dengan jalur kereta bandara.

Menurut prediksi, tarif kereta bandara adalah sekitar Rp 100,000 per orang untuk dari/tujuan Manggarai, dengan jarak tempuh sekitar 50 menit. Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, lokasi stasiun kereta masih di tengah-tengah, jadi Anda harus ganti naik APM (Automated People Mover) Train atau istilah kerennya Sky Train untuk ke terminal keberangkatan.

KRL menuju Bandara

Jadwal dan peta KRL bisa dibuka dari website resmi KRL.co.id, tinggal pilih jaringan kereta dan stasiun keberangkatan, nanti akan keluar jadwal seharian. Hindari peak hour seperti pagi dan sore hari Senin-Jumat. Di luar jam itu kereta relatif kosong jadi bawa koper juga nyaman. Tarif kereta mulai Maret 2015 adalah progresif berdasarkan kilometer stasiun, berkisar sekitar 2000-7000 rupiah lah satu arah.

Tujuan yang bisa dicapai yang paling dekat dengan Bandara saat ini adalah stasiun Poris dan Batu Ceper. Jadi kita perlu ambil jalur KRL Duri-Tangerang. Keberangkatan minimal setiap 30 menit dari Duri di waktu non-peak. Stasiun Duri ini pasti dilewati oleh KRL jalur Bogor-Jatinegara, atau Anda bisa transit di Manggarai untuk dari Bekasi atau Tanah Abang untuk jalur Serpong.

Jalur kereta Airport-Manggarai nantinya kalau jadi juga akan pakai jalur Batu Ceper-Duri-Sudirman-Manggarai ini, jadi sebenarnya yang dibangun cuma 5km antara Batu Ceper dan Soekarno-Hatta yang belum nyambung.

Total waktu dari Duri sampai Batu Ceper adalah sekitar 20 menit. Turun di Poris atau Batu Ceper sama saja. Kalau keluar dari Poris, Anda cukup menyeberang jalan, untuk sambung dengan taksi. Nah, Anda perlu memberi instruksi spesifik ke sopir taksi supaya tidak ambil jalur perimeter yang lebih panjang. Minta taksi untuk lewat Daan Mogot masuk ke Warung Gantung atau lewat bisa Duta Garden, di mana total sekitar 11-13km menuju bandara (argo sekitar Rp 50-60rb)

In the end, total cost naik KRL plus taksi ini sekitar 65-70rb, gak perlu bayar tol pula.

Jika Anda merasa cara ini terlalu ruwet, yah sebenarnya tidak ruwet kalau sudah pernah dijalanin. Opsi lain kalau tidak mau repot:

Bus Damri

Bus Damri saat ini adalah moda transportasi termurah yang bisa kita pakai untuk menuju Soekarno-Hatta Airport dari wilayah mana pun. Tarif Bus Damri adalah mulai Rp 40,000 (per Mei 2015), melayani rute dari/ke Gambir, Blok M, Mangga Dua, Bogor, dan Bekasi (ada beberapa lokasi lain silakan di-google).

Tinggal duduk nyaman, wifi gratis tersedia di bus yang baru, akan tiba di Airport tanpa keluar keringat. Masalahnya Bus Damri ini bisa jadi berangkat sekitar 30 menit atau 1 jam sekali dari titik awalnya, bisa habis waktu menunggu.

Shuttle Bus JA Connexion Bandara ke Mal dan Hotel

Untuk rute dan jadwal detil bisa buka artikel ini.

Parkir Inap

Jika Anda cuma bepergian 1-3 hari, pertimbangkan untuk menggunakan fasilitas parkir inap. Lokasi parkir inap dan tarifnya sudah pernah saya bahas di sini, pada intinya harganya kurang lebih atau lebih murah dibanding taksi jika hanya menginap kurang dari 3 hari.