Selamat Tahun Baru 2017

Well, ini saat yang tepat untuk menulis postmortem: di penghujung tahun 2016 dan melakukan kilas balik apa yang sudah saya lakukan setahun belakangan ini. Sebenarnya ini lebih sebagai catatan buat saya sendiri, tetapi mungkin juga bermanfaat bagi pembaca.

foto di atas EuroMast Rotterdam

Tentang Travel Blog ini

Terakhir saya tulis catatan akhir tahun ternyata di akhir tahun 2013! Di saat itu saya masih nge-blog menggunakan Wordpress. Di tahun 2015 blog ini sudah dibangun dengan Pelican, sekaligus berarti theme yang saya pakai ini umurnya sudah hampir 2 tahun.

Naik Kereta Menuju Bandara Soekarno-Hatta

Sambil menunggu jaringan kereta Jakarta tersambung hingga Soekarno-Hatta International Airport (CGK) yang katanya akhir 2016 (semoga), saya melakukan percobaan berangkat menuju Bandara menggunakan rute kereta (KRL Commuter).

Bagi yang belum pernah naik KRL Commuter, mungkin karena masih punya bayangan kereta yang jelek atau jadwal yang tidak pasti. Hal ini berubah drastis. Stasiun KRL rata-rata sudah di-sulap jadi rapi dan bersih, bebas pedagang, dan fisik kereta juga sudah relatif bagus.

Modal naik KRL adalah tiket elektronik, bisa berupa kartu e-Money dari Mandiri, BRIZZ, Flazz BCA yang sudah diisi saldo (10-20rb minimum), atau kalau belum punya bisa beli tiket single-trip di stasiun kereta. Kalau kita pakai kartu dari Bank, pertama kali sebelum bisa digunakan harus di-'aktifkan' dulu di sebuah mesin warna orange (biasa dipasang di samping loket), ibaratnya untuk cek saldo sekaligus dikenalin sama kereta biar akrab :)

KRL menuju Bandara

Jadwal dan peta KRL bisa dibuka dari website resmi KRL.co.id, tinggal pilih jaringan kereta dan stasiun keberangkatan, nanti akan keluar jadwal seharian. Hindari peak hour seperti pagi dan sore hari Senin-Jumat. Di luar jam itu kereta relatif kosong jadi bawa koper juga nyaman. Tarif kereta mulai Maret 2015 adalah progresif berdasarkan kilometer stasiun, berkisar sekitar 2000-7000 rupiah lah satu arah.

Begini penampakan kereta Duri-Tangerang, kalau dapat edisi baru buatan INKA, bukan second dari Jepang.

Kereta Tangerang sumber foto: https://jodaya56.wordpress.com/2013/02/25/kfw-i9000-the-impression/

Weekend Getaway: Sentul Paradise Park

Sebuah tempat wisata alam berupa air terjun yang cantik dapat kita kunjungi di sebelah selatan Jakarta. Hawa sejuk, tempatnya mudah dicapai dan tidak jauh dari Jakarta, bisa menjadi opsi di akhir pekan dari pada macet-macet ria di Puncak.

[

Air Terjun Bidadari namanya, memiliki ketinggian sekitar 25m, terlihat indah dan masih alami. Kita bisa mencoba berdiri di kaki air terjun ini menikmati siraman air dingin yang menyegarkan.

Manfaatkan Fasilitas Autogate di Jakarta Airport

Autogate di Cengkareng Airport (CGK) sudah sejak 2013 ada, tetapi sepertinya utilisasinya masih cukup rendah, at least sepanjang pengamatan saya. Sepertinya masih banyak orang yang tidak tahu atau meragukan kemampuannya :)

Autogate adalah pintu imigrasi otomatis, di mana kita tidak perlu berhadapan lagi dengan petugas imigrasi untuk mendapatkan stempel imigrasi keluar/masuk Indonesia. Dengan memasuki autogate, kita cukup melakukan scan passport dan sidik jari, proses yang hanya perlu 1-2 menit, tentu saja bebas antrian (untuk saat ini).

Fasilitas Autogate sejauh ini baru ada di Terminal 2 Soekarno-Hatta International Airport. Jadi belum ada di Terminal 3 bagian Internasional. Saat kita mau melewati imigrasi di Terminal 2, di bagian paling kanan disebelah crew/priority line, di situlah terdapat 3-4 line khusus autogate.

Yang bisa menggunakan fasilitas autogate adalah semua pemegang passport RI, jadi bukan terbatas pada yang punya e-passport. Jadi bagi kita yang punya passport biasa (tanpa chip) juga bisa memanfaatkan autogate. Bagaimana caranya?

Pertama, jika belum pernah dilakukan, kita harus melakukan registrasi dan pemindaian sidik jari. Tempatnya juga di bagian imigrasi Bandara Terminal 2. Jika Anda sudah di area imigrasi, perhatikan ada 2-3 meja di dekat kaca pembatas yang dijaga oleh petugas. Tinggal datangi meja tersebut sambil menyerahkan passport. Proses ini hanya beberapa menit, di mana petugas akan meminta kita scan sidik jari, lalu stempel halaman terakhir passport kita dengan tulisan "autogate", artinya data sudah diambil dan kita bisa melalui autogate.

[

Parkir Inap Mobil di Bandara Soekarno-Hatta

Membawa mobil dan parkir di bandara kadang menjadi opsi yang layak dipertimbangkan jika kita melakukan short-trip wisata atau bisnis ke luar kota.

Kita bisa membandingkan biaya yang dikeluarkan jika menggunakan jasa angkutan bus DAMRI, tarif/argo taksi, serta jika membawa dan menginapkan mobil. Memakai bus DAMRI jelas paling murah namun bisa jadi memakan waktu paling lama. Taksi satu arah setidaknya di atas Rp 70,000 jika dari wilayah Jakarta Barat, di luar biaya tol. Bagaimana dikomparasi dengan membawa mobil?

Lokasi Parkir Inap Bandara Soekarno-Hatta

Di Soekarno-Hatta Airport, tersedia dua lokasi parkir inap mobil secara official. Parkir ini relatif aman karena mempunyai gerbang satu lagi di luar gate parkir umum.

Jika Anda berencana parkir lebih dari 12 jam, disarankan parkir di lokasi parkir inap, karena tarifnya jauh berbeda dgn parkir mobil penjemput.

Lokasi pertama adalah di ex pool taksi, tepat di tengah antara Terminal 1 dan Terminal 2. Tersedia mobil antar jemputĀ (free) ke terminal tujuan kita. Jadi setelah kita memarkirkan mobil, akan diberikan selembar kertas sebagai bukti parkir, serta nomor telepon. Saat kita mau ambil mobil lagi, cukup telepon ke nomor tersebut untuk minta di-pickup.

Lokasi Parkir Inap

Berwisata ke Ah-Poong Sentul City

Satu tempat wisata yang baru dibuka dan lokasinya tidak jauh dari Jakarta, yaitu Ah-Poong (baca: apung). Terletak di pusatnya Sentul City, sekitar 34km dari Cawang Jakarta menawarkan suasana yang 'baru' untuk warga Jabotabek yang haus akan hiburan selain mall.

[

Akses ke Sentul City yang cukup mudah, serta cukup lancar kalau weekend, tentu membuat tempat ini layak dikunjungi. (Jangan tanya kalau urusan macet saat pulangnya :) ). Lokasi Ah-Poong ini kurang lebih ada di belakang Marketing Gallery Sentul City. Jadi jika menggunakan mobil dari tol Jagorawi, ambil exit Sentul City (bukan Sirkuit Sentul yah). Setelah bayar tol ambil belokan ke kiri lalu susuri jalan hingga ketemu bundaran/roundabout dan belok kanan (kalau istilah GPS: take 3rd exit on roundabout).

Page 1 / 3