Okay, artikel ini adalah jurnal singkat saya pas melakukan transit atau stopover di Xiamen, China. Ya semacam review singkat lah baik tentang pesawat Xiamen Airlines juga kota transitnya.
Jadi ceritanya melakukan penerbangan dari US balik ke Indo, pakai Xiamen Airlines, pas saya pilih flight yang transitnya 12 jam di kota Xiamen.
Side note: Jika penerbangan Anda transit di kota Xiamen atau kota Fuzhou menggunakan maskapai Xiamen Airlines, bagi pemegang passport RI tidak perlu buat visa khusus. Kita bisa Transit Without Visa (TWOV, atau Transit tanpa visa), maksimal stay 24 jam hanya di kota tersebut, asalkan dalam satu tiket ya (misalkan Jakarta-Osaka, via Fuzhou).
Saat mendarat, kita mengisi form untuk mendapatkan short entry permit, lalu melalui imigrasi dan mendapat stempel seperti biasa. Tergantung durasi layover Anda, jika kurang dari 4/6 jam maka hanya mendapatkan free lounge access. Sedangkan jika 6-24 jam bisa mendapatkan hotel stay, asalkan tanggal tiba dan tanggal penerbangan lanjutannya beda hari.
Sebagai pemegang kartu Accor Plus, preferensi hotel saya memang mengutamakan menginap di hotel jaringan Accor dulu sebelum mencari hotel lain. Maklum lah, umur sudah tambah tua jadi mulai tidak suka kejutan-kejutan kalau nginap di hotel yang self-managed. Jadi umumnya saya stick ke chain Accor dan Starwood Hotels. Kesempatan ini saya review satu hotel dari Accor yang ada di Guangzhou.
Sofitel Guangzhou Sunrich terletak di distrik Tian He, area CBD nya Guangzhou yang penuh dengan gedung-gedung tinggi. Seperti Sofitel di kota lain, hotel bintang 5 ini memang menonjolkan luxury dan design hotel hybrid campuran French dan China.
Jika Anda berencana wisata ke China dan ingin tetap stay online, sebelum berangkat perlu melakukan beberapa homework. Bagi yang belum tahu, censorship Internet yang berlaku di China, bagi kebanyakan orang dinamakan Great Firewall of China (GFC). Aplikasi populer yang biasa kita pakai seamless ibarat lagi bernafas, tidak bisa jalan alias di-block jika sedang online dari China, antara lain: Google, Facebook, Instagram, dan Twitter.
Anda mau pakai mobile provider seperti China Unicom, China Mobile, Wo, atau sekedar wifi dari hotel semua hasilnya sama.
Salah satu visa yang paling mudah diurus sendiri adalah China Visa untuk berkunjung ke negara Tiongkok (RRC). Menurut saya, Anda tidak perlu mengurus lewat agent untuk visa ini, kecuali Anda memang mempunyai masalah keterbatasan dgn waktu.
Proses pengurusan Visa sekarang dilayani oleh agent yang namanya CVASC, China Visa Application Service Center, terletak di gedung The East, Lantai 8, Mega Kuningan Jakarta. CVASC ini bekerja mirip seperti VFS Global, agent yang mengurus visa untuk Eropa, Inggris, Kanada, dll. Jadi kita tidak bisa lagi langsung mendatangi kedutaan untuk apply China Visa.
Untuk Anda yang tiba di artikel ini karena mencari Visa Transit China atau cara mendapat bebas Visa, scroll ke bawah.
Aturan baru dalam apply Visa China berlaku mulai 30 Juni 2025, di mana kita harus mengisi form visa secara online untuk di-review, jika approve baru boleh datang ke Visa Center. Lebih detil baca terus di bawah ini.
Sebelum datang ke Visa Center, Anda harus menyiapkan sejumlah dokumen persyaratan visa. Tenang kok, tidak terlalu banyak. Untuk lebih detil bisa juga dilihat di website resmi CVASC yaitu VisaForChina.
Pengajuan visa Cina mulai 30 Juni 2025 dibagi menjadi 3 tahapan.
Detil secara offisial bisa dibaca di halaman ini.
Start dari link official www.visaforchina.cn, lalu pilih menu "Application Form". Di halaman selanjutnya bisa dimulai dengan membuat account untuk login.
Isilah halaman formulir dengan seksama. Agak panjang dan bisa kita save berkali-kali. Pada akhir proses kita akan upload beberapa dokumen seperti scan passport, tiket pesawat, booking hotel, surat undangan (jika ada). Klik tombol submit jika sudah final, lalu tunggu sekitar 3-5 hari untuk di-review.
Setelah pengisian aplikasi Visa secara online, kita akan menerima email persetujuan jika sudah ok. Akan disertakan Visa Application Certificate (yg terlampir pada email Persetujuan) yang perlu Anda print.
Selanjutnya tidak perlu membuat appointment, tinggal datang dengan membawa dokumen berikut.
What does it feel riding a 300km/h train?
It is common in Western Europe, by taking TGV or ICE inter-city train. London to Paris by Eurostar train top speed is 300km/h is one of the busiest lines in Europe driven by TGV, while Frankfurt to Cologne line is …
Jepang
Australia
Thailand
Korea
Baca juga artikel dan tips wisata terbaru.
Wed 12 August 2026
Wed 28 January 2026
Tue 11 November 2025
Cari artikel lama? Ada di Archives