Bersepeda di dalam kota sendiri tentu sudah biasa, tapi kadang timbul keinginan untuk membawa sepeda kesayangan Anda ke luar kota atau luar negri sambil kuliner, bagaimana cara bawa sepedanya?
Di sini kita perlu belajar untuk packing sepeda, membungkus sepeda ke dalam kotak sehingga bisa masuk ke dalam bagasi pesawat.
Baca juga: Tips Bepergian dengan Sepeda Menggunakan Pesawat Terbang
Kalau budget cukup, apalagi kalau punya sepeda balap mahal jenis karbon dan sering travelling, sebaiknya invest di kotak sepeda yang professional. Kotak ini dijual di toko sepeda, harga kotaknya yah seharga sepeda polygon lagi :) Bagusnya berukuran kecil, ringan karena terbuat dari plastik, dan pasti part semuanya aman terlindungi.
Nah kalau kita yang jarang-jarang berangkat, kita cukup pakai kardus biasa. Di sini saya share packing buat sepeda MTB atau Hybrid, untuk Road bike tidak jauh beda.
Pertama, carilah dus sepeda yang cukup tebal. Bisa coba cari ke Rodalink atau toko sepeda yang ramai, karena pasti tiap hari mereka jual sepeda dan menyisakan dus sepeda. Kadang perlu bayar, tapi kalau sudah sering langganan bisa dikasih gratis.
Kedua perhatikan cara bungkus sepeda yang baru dikeluarkan dari dus di toko sepeda. Jika belum pernah lihat, begini penampakannya:
Jadi tujuan kita yah harus bisa bikin sepeda kita kembali ke kondisi awal dalam dus itu.
Salah satu hasil roadtrip saya di Malaysia adalah mengunjungi kota Ipoh di akhir tahun lalu.
Ipoh dulunya adalah sebuah kota pertambangan, kini mulai bergeliat mengejar ketertinggalannya dibanding kota lain di Malaysia yang sudah maju duluan seperti Malaka dan Johor Bahru.
Perjalanan menggunakan mobil dari Penang sekitar 1,5-2 jam melalui lebuh raya Utara-Selatan (jalan tol yang menyambung semenanjung Malaysia). Kalau dari Kuala Lumpur memakan waktu 3 jam lebih.
Ada apa di Ipoh sekarang? Yah basically wisata kuliner yang kita cari. Kali ini saya share beberapa restoran yang saya kunjungi.
Nah bagi kita nama Old Town White Coffee sudah lumayan terkenal dengan menjamurnya restoran di kota-kota Asia Tenggara, termasuk Jakarta. Nah, ini asal-usulnya White Coffee yah dari kota Ipoh, dari sebuah toko kopi bernama Nam Heong.
Setelah beberapa kali saya ke Penang, mencoba hotel di George Town (Tune Hotel), di Tanjung Bunga (Four Points Sheraton), Batu Ferringhi coret (Hydro Hotel), kali ini saya coba tinggal di pusatnya Batu Ferringhi, di Holiday Inn Resort Hotel.
Lokasi Batu Ferringhi memang agak di luar dari bandar kota, sekitar 30 menit dengan mengendarai mobil lewat jalan yang berkelok-kelok menyusuri pingir tebing. Lokasi ini memang dibuat seolah secluded dan eksklusif untuk hotel dan resort, termasuk Hard Rock Hotel di paling ujung. Rata-rata hotel di Batu Ferringhi punya akses atau menghadap pantai sendiri.
Holiday Inn Resort Hotel di Penang ada 2 bangunan yang dipisahkan oleh jalan raya. Jadi saat kita booking akan memilih Hill-side atau Beach-side tower, di mana saling terhubung via jembatan penyeberangan.
Kata orang mengurus Visa Amerika Serikat (US Visa) itu susah. Apakah benar demikian? Mari kita simak.
Pertama yang harus kita tentukan adalah jenis visa yang ingin di-apply. Di sini kita masuk dalam kategori Business/Tourist Visa (B1/B2).
Seperti biasa, kita harus menyiapkan dulu segala dokumen yang dipersyaratkan oleh kedutaan Amerika. Dokumen yang diperlukan kurang lebih sama seperti mengurus Schengen Visa atau visa negara lain.
Persyaratan lengkap dan apply online di website resmi http://www.ustraveldocs.com.
Secara umum nanti kita harus menyiapkan dokumen ini:
Theme Park terbesar di Singapura yaitu Universal Studio Sentosa Singapore memang menawarkan hiburan buat keluarga. Dengan design dan wahana yang tentu menarik bagi anak-anak hingga dewasa, tidak heran selalu menjadi tujuan wisata favorit saat kita wisata ke Singapore.
Kali ini JavaMilk memberikan tips supaya kunjungan Anda sekeluarga ke USS lebih hemat dan menyenangkan.
Ingin berwisata ke Hong Kong tapi punya waktu terbatas? Javamilk menyajikan 10 tempat wisata terbaik yang harus dikunjungi saat Anda di Hong Kong.
Cukup pilih mana yang menarik sesuai dengan keinginan Anda karena jika Anda ingin mengunjungi 10 tempat ini semua perlu setidaknya 4 hari.
Belum ke Hong Kong namanya jika belum naik ke Victoria Peak dan melihat Fragrant Harbour dari ketinggian. Pemandangan dari Sky Terrace bisa dibilang luar biasa. Pastikan Anda datang saat siang dan malam sehingga bisa mendapatkan 2 scenes yang berbeda, juga pastikan cuaca sedang bersih. Lebih lanjut...
Naik ke Victoria Peak bisa menggunakan bis biasa, tapi pengalaman naik Peak Tram mempunyai sensasi sendiri. Antrian naik Peak Tram memang luar biasa kalau lagi di musim liburan, bisa 1 jam lebih baru dapat giliran naik.
Design tram masih jadul dan khas, terlebih susunan selasar/lorong di dalam tram yang berundak. Pastikan Anda duduk di kursi sisi kanan untuk mendapatkan pemandangan terbaik.
Ferry yang melintasi Victoria Harbour ini bisa menjadi platform untuk berfoto ria. Ada beberapa rute Star Ferry yang bisa kita naiki dari port Tsim Sha Tsui, Central, Wanchai, hingga Northpoint, tapi yang paling menarik adalah rute TST-Central. Cukup bermodal Octopus Card, kita tinggal tap-in masuk ke dalam deck ferry yang berangkat tiap 10 menit, lalu keluar tinggal tap-out, total cost hanya HKD 2 per trip.
Kelelahan dan kedinginan, saya menyeret koper keluar dari Honmachi subway station di Osaka. Udara dingin di akhir musim gugur serta angin kencang membuat badan ingin cepat-cepat masuk ke dalam selimut walaupun hari masih siang. Hotel saya hari ini adalah The St. Regis Hotel yang berada persis di atas stasiun, di kawasan Midosuji yang terkenal jalannya lebar dan ramai dengan butik ternama.
Lantai dasar hotel hanya berupa restoran dan guest service. Koper langsung diambil oleh concierge, dan kita naik lift untuk menuju receptionist di lantai 12. Masuk ke St. Regis ibaratnya masuk ke rumah orang kaya, tidak seperti ke sebuah hotel. Designnya dibuat begitu elegan dan berkelas, dengan sentuhan yang memberikan karakter. Mau pegang atau foto ornamen hotelnya jadi rasa sungkan, takut berbekas hahaha. Mau keluar foto Japanese Garden-nya yang indah juga sungkan, jadi fotonya disimpan dalam kenangan saja.
Salah satu highlight yang harus dilakukan saat kita berlibur ke Jepang adalah mencoba onsen-nya. Onsen adalah permandian air panas, yang airnya dihasilkan oleh panas bumi. Jadi biasa onsen terdapat di kawasan kaki gunung, bisa kita jumpai langsung di alam, atau diangkut dalam pipa menuju hotel-hotel di sekitarnya.
Budaya berendam di onsen sudah sejak dulu kala bagi rakyat Jepang, serta negara jajahannya seperti Taiwan, China, maupun Korea. Cukup dengan berendam dalam air yang mempunyai kandungan belerang tinggi bisa membuat kulit semakin halus serta suhu panas sekitar 40 Celsius bisa melancarkan peredaran darah.
Di Jepang, kita bisa menikamati onsen di berbagai resort yang ada. Yang paling mudah dari Tokyo adalah di sekitar Gunung Fuji. Biasa ada website yang membuat peringkat onsen berdasarkan sifat airnya, alamiahnya, maupun service di penginapannya.
Menurut saya bukan lokasi atau berapa kandungan sulfur yang membuat sebuah onsen dikategorikan terbaik. Saya berpendapat bahwa onsen terbaik adalah onsen yang bisa saya cebur secara private kapan saja.
Maka kesempatan saya mencoba private onsen didapat dengan mengunjungi Hakone, selatan Gunung Fuji. Dengan menginap di Kisyunso, sebuah ryokan/penginapan kecil, tapi mengizinkan tamunya untuk mem-block onsen untuk pemakaian pribadi. Ada 3 buah onsen di sini, 2 berupa indoor onsen, dan satu lagi adalah open air yang saya recommend.
Jepang
Australia
Thailand
Korea
Baca juga artikel dan tips wisata terbaru.
Wed 28 January 2026
Tue 11 November 2025
Sun 22 June 2025
Cari artikel lama? Ada di Archives