Tips mengumpulkan miles dari full service airlines sudah pernah saya bahas di artikel sebelumnya, tapi ada satu airlines yang ajaib: sudah jenisnya low-cost carrier, masih menawarkan program loyalty pula! Itulah Air Asia BIG.
Bagi yang belum tahu BIG Point adalah program loyalty-nya AirAsia, kurang lebih seperti GarudaMiles atau KrisFlyer-nya SQ, di mana kita akan mendapatkan point (atau miles) setiap kali kita terbang dengan maskapai tersebut. Pada akhirnya point atau miles yang telah dikumpulkan itu bisa ditukarkan dengan tiket pesawat gratis dengan destinasi pilihan kita.
Pada dasarnya, untuk setiap 2 Ringgit yang kita bayar di tiket AirAsia akan mendapatkan 1 BIG Point. Jadi untuk tiket pesawat sekitar 300ribu rupiah kita akan dapat 50 point.
Lalu untuk redeem, kita perlu setidaknya 5000-6000 point baru bisa tukar tiket gratis Jakarta-Singapore one-way.
Saat Anda membeli tiket AirAsia yang murah, sebenarnya pasti secara sadar sudah tahu beberapa resiko jika ada halangan. Namanya tiket murah itu pasti banyak restrictionnya, terlebih utk tiket budget airlines (bahkan kelas economy promo nya Garuda juga).
Secara umum, mengganti apa pun yang ada di dalam tiket, seperti mengganti tanggal berangkat, ganti nama, atau salah ketik nama, akan dikenakan biaya yang cukup besar, sampai mungkin Anda bakal rela buang tiket itu dan beli tiket baru.
Perubahan pada tiket bisa diselesaikan dengan menelepon Call Centre AirAsia di +62-21-2927-0999 atau +62-8041333333 (6am - 10pm), atau bisa juga lewat online web chatting. Opsi lain adalah dari menu Manage My Booking dari web AirAsia.
Berikut saya terangkan beberapa kemungkinan yang bisa terjadi, solusi dan biaya yang mungkin di-charge.
Untuk mengganti jadwal keberangkatan di tiket, akan dikenakan 2 biaya:
Perubahan ini hanya dimungkinkan diluar 48 jam sebelum jam keberangkatan.
Sambungan dari artikel tentang Travel Planning yang pernah saya tulis dulu, mari kita lanjutkan dengan planning yang lebih 'advanced'.
Bukan menjelek-jelekkan karya dalam negri, tapi biasanya buku lokal itu tidak bisa jadi pegangan Anda untuk riset apalagi saat tiba di negara tujuan.
Investlah di travel book seperti DK Eyewitness, Lonely Planet, Fodor's, dan lain-lain. Jika membeli baru (sekitar USD 15-35) berasa mahal, Anda bisa coba cari secondnya di BetterWorldBooks.com (sekitar USD 6-10) include biaya kirim ke Indonesia.
Buku seperti ini sangat membantu dalam planning serta memberikan cerita atau latar belakang tiap tempat wisata. Juga tidak bakal rugi banyak kok, kalau sudah dipakai masih bisa dijual lagi.
Setelah Anda berhasil mendapatkan tiket pesawat murah ke tujuan wisata yang diidamkan, bukan berarti semuanya menjadi lebih mudah dan murah.
Tiket pesawat murah hanya sebuah komponen dari keseluruhan biaya yang diperlukan untuk liburan.
Bayangkan karena faktor impulse dan promosi, maunya wisata ke negara yang baru, tapi dapatnya cuma tiket AirAsia murah ke Singapore, yang telah pernah Anda kunjungi, katakanlah dapat tiket Rp 0, tapi plus tax dan biaya siluman lain, jadi sekitar Rp 500,000 pp. Tapi dengan jumlah hari liburan misalkan 5 hari dikali 100 SGD (bintang 1-2) penginapan permalam, jadinya lebih dari 5 juta rupiah untuk menginap, maka biaya liburan Anda adalah 5,5 juta rupiah belum termasuk makan dan lain-lain.
Jika Anda sedang merencanakan liburan ke Hongkong, akses Internet selama di sana tentu perlu direncanakan juga. Pakai kartu GSM apa untuk akses Internet, bawa kartu lokal Indosat/XL/Telkomsel untuk roaming atau beli kartu lokal.
Kali ini untuk Hongkong saya recommend untuk beli nomor lokal, best value.
Hong Kong tergolong pasar bebas untuk industri seluler, jadi jangan heran harga cukup murah dan bersaing dengan service yang rata-rata memuaskan. Ada beberapa operator yang utama yang menyediakan kartu prabayar (prepaid simcard) :
Kalau menurut saya tidak perlu terlalu dibandingkan fitur maupun harganya antar operator ini. Beti alias beda-beda tipis lah, kecuali Anda bakal sering nelepon orang selama di sana. Kalin ini saya bahas dua jenis kartu.
Berikut saya coba share beberapa tips untuk mempercepat pengumpulan miles.
Fokus hanya pada 1-2 Frequent Flyer Program saja Mengumpulkan miles itu tergolong proyek jangka panjang. Jadi kita harus fokus mengumpulkan point miles itu di satu atau dua keranjang saja. 1000 miles itu gampang, tapi 100,000 miles itu perlu waktu sangat lama kalau kita bukan business traveller yang selalu dibayarin kantor.
Stick to the airlines & partners Pastikan menghafal semua partner airlines untuk membership kita. Misalkan kalau Garuda yang tergabung dalam SKYTEAM yah berarti partnernya adalah KLM, AirFrance, China Airlines, dll. Ini memberikan kita opsi untuk rute yang tidak dilayani Garuda, atau pas tiket Garuda Indonesia lagi mahal-mahalnya. Demikian pula jika Anda mempunyai membership di airlines yang tergabung di OneWorld atau Star Alliance, diingat nama-nama member airlinesnya.
[
Lanjutan dari artikel Mengenal Frequent Flyer Program.
Semua orang bisa menjadi anggota dan mengumpulkan miles. Yang paling mudah adalah mengisi form registrasi secara online, atau bisa juga mengisi form yang biasa diselipkan di dalam in-flight magazine airlines. Misalkan saya contohkan cara join program GarudaMiles.
Pertama kita ke website GarudaMiles, lalu cari link untuk menjadi anggota. Setelah itu akan muncul form isian yang minta informasi seperti nama, alamat, dan seterusnya. Begitu kita submit dan sukses, maka otomatis akan diberikan nomor anggota yang perlu kita catat, atau print kartu sementara. Kartu aslinya (yang keras seperti kartu kredit) baru akan dikirim setelah kita melakukan penerbangan pertama atau aktivitas yang menghasilkan miles/points.
Setiap kali melakukan reservasi (online atau pun lewat agent), kita harus menyebutkan nomor anggota ini. Juga saat checkin in case data belum diinput.
Autogate di Cengkareng Airport (CGK) sudah sejak 2013 ada, tetapi sepertinya utilisasinya masih cukup rendah, at least sepanjang pengamatan saya. Sepertinya masih banyak orang yang tidak tahu atau meragukan kemampuannya :)
Autogate adalah pintu imigrasi otomatis, di mana kita tidak perlu berhadapan lagi dengan petugas imigrasi untuk mendapatkan stempel imigrasi keluar/masuk Indonesia. Dengan memasuki autogate, kita cukup melakukan scan passport dan sidik jari, proses yang hanya perlu 1-2 menit, tentu saja bebas antrian (untuk saat ini).
Fasilitas Autogate sejauh ini baru ada di Terminal 2 Soekarno-Hatta International Airport. Jadi belum ada di Terminal 3 bagian Internasional. Saat kita mau melewati imigrasi di Terminal 2, di bagian paling kanan disebelah crew/priority line, di situlah terdapat 3-4 line khusus autogate.
Yang bisa menggunakan fasilitas autogate adalah semua pemegang passport RI, jadi bukan terbatas pada yang punya e-passport. Jadi bagi kita yang punya passport biasa (tanpa chip) juga bisa memanfaatkan autogate. Bagaimana caranya?
Pertama, jika belum pernah dilakukan, kita harus melakukan registrasi dan pemindaian sidik jari. Tempatnya juga di bagian imigrasi Bandara Terminal 2. Jika Anda sudah di area imigrasi, perhatikan ada 2-3 meja di dekat kaca pembatas yang dijaga oleh petugas. Tinggal datangi meja tersebut sambil menyerahkan passport. Proses ini hanya beberapa menit, di mana petugas akan meminta kita scan sidik jari, lalu stempel halaman terakhir passport kita dengan tulisan "autogate", artinya data sudah diambil dan kita bisa melalui autogate.
Membeli souvenir saat jalan-jalan tentu menjadi hal yang dianggap wajib bagi travellers. Mulai dari gantungan kunci hingga postcard adalah barang standard yang pasti ada ke mana pun kita jalan.
Tujuan souvenir itu tentu sebagai pengingat atau kenang-kenangan buat kita kalau pernah mengunjungi tempat wisata sebuah kota. Jadi souvenir seperti ini bukan buat dibagi2 ke orang lain, yang pergi aja belum, gimana bisa diingat :)
Nah, kalau saya selain magnet kulkas, sejak dulu tertarik untuk koleksi dan membuat 3D puzzle bangunan dunia. Sesuatu banget gak? hehehe.
Ini kira-kira bentuk jadinya:
3D Puzzle ini terbuat dari semacam lempengan styrofoam, tinggal kita detach, dilipat, lalu dirangkai sesuai petunjuk.
Beli 3D Puzzle semacam ini di mana? Kalau di Jakarta paling mudah ke toko Gramedia, merek CubicFun, harga sekitar 100rb-300rb-an satu set, tergantung jumlah pcs yang harus dirangkai dan kerumitan pembuatannya. Ada yang lebih mahal lagi kalau dilengkapi lampu LED di dalam bangunan :)
Jepang
Australia
Thailand
Korea
Baca juga artikel dan tips wisata terbaru.
Wed 12 August 2026
Wed 28 January 2026
Tue 11 November 2025
Cari artikel lama? Ada di Archives